Tim Pengmas FEB UWKS dan Lurah Jagir serta tim KKMP Kelurahan Jagir foto bersama usai pertemuan, Rabu (4/11/2026). DUTA/ist
SURABAYA | duta.co — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) menjalankan program pengabdian masyarakat (pengmas) bertajuk “Digitalisasi Sistem Pembukuan Akuntansi Koperasi Melalui Implementasi Aplikasi Keuangan Integrasi” di Kelurahan Jagir, Surabaya.

Pengmas yang digagas oleh Yanis Ulul Azmi selaku Ketua Pengmas dengan anggota Nanda Trio Santoso dan Lilik Pirmaningsih itu memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang ada di Kelurahan Jagir, Kota Surabaya.

Dikatakan Yanis Pengmas yang berlangsung dari Januari hingga November 2026 ini dengan memberikan pelatihan pembuatan laporan keuangan yang sesuai dengan aturan yang berlaku yang ada di Indonesia.

“Kegiatan ini itu kita mulai dengan identifikasi kebutuhan dari koperasi, kemudian diskusi, selanjutnya proses pelatihan di dalamnya yaitu ada penjelasan bagaimana membuat sistem pembukuan double system  yaitu debit dan kredit. Di koperasi ini  awalnya hanya melakukan pencatatan single system yaitu hanya satu saja, tidak mengidentifikasi debit kreditnya,” jelas Yanis saat ditemui Rabu (4/11/2026).

Tim dosen FEB UWKS menjalin kerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk membuat aplikasi bernama Enterprice Recourse Planing (ERP) Koperasi. Aplikasi ini dibuat dengan sangat mudah agar mudah dimengerti oleh pengurus KKMP Jagir.

“Kami dari FEB mengajarkan pembukuannya dan juga cara memasukkannya ke aplikasi. Itulah mengapa Pengmas ini sangat lama kami lakukan,” ungkapnya.

Melalui program ini, para pengurus koperasi diberikan latihan peralihan daripada sistem pencatatan tunggal (single system) yang ringkas kepada sistem pencatatan dobel (double-entry system) yang merangkumi rekod debit dan kredit secara sistematik.

 

Ketua Pengmas FEB UWKS, Yanis Ulul Azmi berbincang dengan Lurah Jagir Elvanda Danu Hergaiswara dan Ketua KKMP, Munawir di KKMP Jagir, Rabu (4/11/2026). DUTA/ist
Sementara itu, Lurah Jagir Elvanda Danu Hergaiswara menyambut baik inisiatif yang dilakukan dosen FEN UWKS. Walaupun beroperasi dengan kemudahan yang sederhana dan memanfaatkan ruang yang ada di kantor kelurahan  dan balai-balai RW sebagai gudang penyimpanan, semangat para pengurus dan anggota koperasi sangat tinggi.

“Dengan digitalisasi sistem keuangan ini, kami berharap laporan keuangan koperasi menjadi jauh lebih akauntabel dan transparan. Langkah ini dijangka dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, menarik lebih banyak warga untuk menjadi anggota koperasi, serta menjadi model perintis yang berpotensi untuk diperluaskan ke kecamatan atau kelurahan lain di Kota Surabaya,” kata Elvanda.

Dosen FEB UWKS sendiri akan terus memberikan pendampingan pada pengurus KKMP ini. “Sejatinya Pengmas itu keberlangsungan. Tidak boleh berhenti. Kalau nanti pengurus KKMP ada kesulitan kami akan membantu,” tandas Yanis. lis

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry