DISTRIBUSI : Pengiriman surat suara pemilu dikawal ketat polisi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di tengah jalan. DUTA/ihya ulumudin

JEMBER | duta.co – Pelepasan pengamanan ogistik surat suara oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jember AKBP Kusworo Wibowo SH. SIK berlangsung dari gudang Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Kaliwates, Selasa (9/4).

Kapolres mengatakan untuk pertama kalinya pihak kepolisian melaksanakan pengamanan pendistribusian logistik surat suara ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 11 Kecamatan.

“Hari ini (kemarin, red) ada 11 Kecamatan, Rabu 6 Kecamatan dan Kamis ada 16 Kecamatan,”katanya.

Di setiap PPK ada sekitar dua hingga empat truk yang mengantar logistik dan dikawal dengan empat personil pengamanan bersenjata lengkap.

Pendistribusian logistik diawali dengan kendaraan Doble kabin didepan, kemudian truk lalu dibelakang ada dua kendaraan bermotor.

“Anggota sengaja dilengkapi senpi untuk mengantisipasi adanya gangguan dan ancaman pendistribusian kotak suara, sehingga seluruhnya bisa dinetralisir dan diantisipasi,” ujar Kapolres.

Dari 7.670 tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di Kabupaten Jember ujar Kapolres, ada 12 TPS yang masuk kategori rawan terdiri dari 2 Kecamatan yakni Sempolan dan Tempurejo.

Rawan yang dimaksud bukan rawan konflik melainkan rawan faktor geografis, misal titik lokasi yang jauh dari perumahan dan akses sarana untuk menuju lokasi tidak bisa dilewati oleh kendaraan bermotor, hanya bisa berjalan kaki atau menggunakan kuda.

“Di titik rawan kita menyiapkan dua personil di empat TPS dengan 8 linmas, sehingga kita bisa lebih mudah melakukan pengawasan dan ada tindak lanjut dari TNI-Polri jika dibutuhkan,” urainya.

Penggunaan senjata api oleh anggota Polri sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan atau tes kejiwaan dengan demikian sudah dianggap cakap dalam menggunakan senpi.

Di samping itu, personil yang diterjunkan saat ini merupakan personil pilihan. “Karena sebelumnya telah dilakukan seleksi baik dari segi kesehatan dan lain sebagainya, sehingga personil yang melaksanakan pengamanan ini berdasar surat perintah dan aman menggunakan senpi,” tuturnya.

Seluruh pasukan pengaman yang akan diterjunkan berjumlah 1400 personil terdiri dari 700 anggota Polri dan 400 dari TNI, kemudian dari Brimob dan pasukan samping lainnya.

Jika ada yang mengganggu keamanan dan ketertiban, apalagi mengancam keselamatan jiwa masyarakat maupun petugas maka anggota dijinkan menggunakan senjata api.

Kusworo juga menegaskan bahwa Polri-TNI,  KPU dan Bawaslu menghimbau kepada seluruh masyarakat nanti pada tanggal 17 april agar datang ke TPS untuk memberikan hak suaranya.

“Jangan takut datang ke TPS karena adanya ancaman dari pihak-pihak tertentu karena kiya siap melakukan pengamanan pengawalan, bagi yang mencoba untuk menggagu keamanan jalannya pemilu maka kami akan menindak tegas,”ucapnya. udi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.