Kantor Telkom Sidoarjo. (FT/LOETFI)

SIDOARJO | duta.co – Keluhan datang dari salah satu warga sekaligus pelanggan Telkom di Desa Randegan, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, terkait rumitnya prosedur penurunan kapasitas layanan internet. Loetfi, pemilik rumah yang juga menempati bangunan tersebut, mengaku keberatan dengan tagihan bulanan mencapai Rp330 ribu, padahal jaringan internet jarang digunakan.

Menurutnya, penggunaan internet di rumahnya sangat minim, bahkan tidak terpakai sama sekali ketika dirinya bepergian.

“Saya merasa tidak begitu membutuhkan kapasitas besar, karena rumah jarang ditempati. Kadang malam baru dipakai karena baru pulang, bahkan sering kosong setiap hari sejak pagi. Dulu yang pasang adik saya untuk kami dan anaknya,” ujar Loetfi, Sabtu (1/11/25).

Ia mengaku telah berupaya menanyakan ke pihak Telkom untuk menurunkan kapasitas layanan agar tagihan lebih ringan. Namun, usahanya belum berhasil meski sudah menghubungi operator melalui saluran telepon.

“Berdasarkan sistem, katanya sudah diproses dan teknisi sedang dalam perjalanan, tapi hingga saya berangkat kerja tidak ada teknisi yang datang ke rumah,” ujarnya.

Sreensoot proses penugasan teknisi.

Sementara itu, Susan, operator Telkom saat dihubungi menjelaskan bahwa penurunan kapasitas atau perubahan layanan hanya bisa dilakukan oleh pelanggan yang namanya tercantum dalam data resmi Telkom.

“Untuk penurunan kapasitas harus atas nama yang bersangkutan, yaitu bapak yang terdaftar. Jika bukan, bisa datang langsung ke Grapari Pondok Jati Telkomsel dengan membawa surat kuasa dan syarat yang diperlukan,” jelas Susan.

Loetfi berharap pihak Telkom memberi kemudahan bagi pelanggan yang ingin menyesuaikan layanan, terutama bila kondisi penggunaan sudah berubah/tidak begitu diperlukan.

“Hal sepele seperti ini kenapa tidak bisa langsung diproses? Padahal saya yang membayar tagihan tiap bulan dan juga yang menempati rumah tersebut ” terangnya kecewa.

Ia menegaskan, bila hingga akhir November tagihan tetap dikenakan tarif penuh, dirinya akan memutuskan untuk berhenti berlangganan.

“Saya sudah beritikad baik untuk menurunkan kapasitas internet. Kalau prosesnya masih ribet dan tarif tetap sama, saya putuskan berhenti berlangganan. Apalagi kalau bulan depan saya tetap dikenakan tarif tetap seperti sebelumnya, jelas saya keberatan dan akan saya stop (berhenti berlangganan)” tegasnya.

Loetfi menambahkan, menurut sistem informasi yang ia terima, teknisi dikabarkan sudah berada di lokasi. Namun, ia mengaku teknisi belum datang. “Pemakaian dihitung mulai tanggal 1 sampai 31, padahal teknisi belum sempat datang,” pungkasnya.

Hingga berita ini dimuat, proses penurunan kapasitas masih dilakukan melalui saluran telepon operator. Ia juga menyampaikan kendala sulitnya akses berbicara langsung dengan operator Telkom (yang kini terintegrasi dengan Telkomsel).

Sebelumnya, Jumat siang (31/10/25), Loetfi sempat mengucapkan terima kasih kepada petugas customer service Telkom Sidoarjo Kota yang telah membantu menghubungkannya dengan operator melalui telepon kantor. (loe)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry