SURABAYA | duta.co – Masa kepemimpinan Tri Rismaharini, Wali kota Surabaya akan berakhir pada tahun 2020. Sosok pengganti pemimpin kota Pahlawan diharapkan memiliki kemampuan melanjutkan pembangunan dan visioner.

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya, Kacung Marijan memandang, kedepan keberlanjutan pembangunan yang sudah dilakukan oleh pemimpin Surabaya sebelumnya.

Peran Bambang DH sebagai gagasan pondasi pembangunan Surabaya, kemudian dilanjutkan oleh Risma dalam membangun Surabaya hingga saat ini, harus diisi oleh sosok pengganti.

“Pak Whisnu (Whisnu Sakti Buana, Red) punya modal melanjutkan itu,” katanya, Senin (11/11/2019).

Kacung menerangkan, Whisnu dituntut memiliki keberanian memunculkan invoasi-inovasi baru. Sebab, saat ini masih didapati adanya kesenjangan antar wilayah di Surabaya.

Meski dalam periode sebelumnya, Whisnu Sakti belum memiliki kesempatan karena sosok Risma. Namun, saat ini hal tersebut harus dibuktikan.

Terlebih, Whisnu Sakti dihadapan media memberikan ide dan gagasan inovatif dalam Surabaya kedepan. Itu disampaikan dalam press conference, yang digelar di Hotel Bumi Surabaya kemarin.

“Sosok Walikota Surabaya kedepan juga harus menciptakan inovasi yang hingga saat ini belum dilakukan oleh Bu. Risma. Kalau sekedar melanjutkan saja tidak cukup, karena hanya akan menjadi pengikut atau follower,” terang akademisi yang juga Wakil Ketua Rektor I Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya ini. azi

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry