Pimpinan Proyek Talaga Bestari PT Sinar Puspapersada, entitas anak PT Intiland Development Tbk, Fransisca Tatik Yudianti (ketiga dari kiri) mewakili Perseroan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (04/02). (dok/duta.co)

JAKARTA | duta.co – Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk berkomitmen mendukung pengembangan kawasan Transit-Oriented Development (TOD) serta integrasi transportasi publik dengan kawasan Jakarta dan kota penyangga. Melalui PT Sinar Puspapersada, entitas anak Intiland, komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama sejumlah pengembang properti lainnya.

Penandatanganan yang berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta, Rabu (04/02) tersebut dilakukan oleh pimpinan perusahaan pengembang dengan Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud, serta disaksikan oleh Direktur MRT Jakarta Tuhiyat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Gubernur Banten Andra Soni.

Nota Kesepahaman ini merupakan bagian dari penjajakan awal kerja sama antara PT MRT Jakarta dengan sejumlah pengembang swasta dalam rangka mendukung pengembangan dan integrasi kawasan berbasis moda transportasi massal.

Direktur Utama Intiland Archied Noto Pradono menjelaskan penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah awal bagi Perseroan mengeksplorasi peluang kolaborasi dalam pengembangan kawasan properti terpadu di sepanjang jalur MRT Lin Timur Barat (East–West Line) di wilayah Banten, khususnya segmen Kembangan–Balaraja. Kerja sama ini difokuskan pada kajian perencanaan terpadu, termasuk identifikasi potensi penempatan stasiun MRT yang terintegrasi dengan proyek kawasan terpadu Talaga Bestari, serta eksplorasi skema bisnis dan struktur proyek yang berkelanjutan secara jangka panjang. Kolaborasi ini sejalan dengan strategi jangka panjang Perseroan dalam mendukung pengembangan kawasan perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Kerja sama ini merupakan langkah strategis Intiland dalam mendukung pengembangan kawasan TOD yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kami siap berkontribusi sejak tahap perencanaan awal untuk menciptakan kawasan yang memiliki konektivitas tinggi, nilai jangka panjang, serta memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kota dan masyarakat,” kata Archied Noto Pradono melalui keterangan tertulis, Rabu (04/02).

Sebagai pengembang properti yang memiliki pengalaman dalam pengembangan TOD, Intiland memiliki rekam jejak pengembangan proyek yang terintegrasi dengan jaringan MRT Jakarta. Beberapa di antaranya adalah pusat belanja Poins di Lebak Bulus, perkantoran South Quarter dan Apartemen SQ Rés di TB Simatupang, perkantoran Intiland Tower Jakarta di Bendungan Hilir, serta Apartemen Fifty Seven Promenade di kawasan Thamrin. Selain itu, Perseroan juga menjalin kerja sama dengan MRT Jakarta dalam pengembangan kawasan TOD Lebak Bulus melalui pembangunan sky bridge dan transit plaza yang menghubungkan pusat perbelanjaan Poins dengan Stasiun MRT Lebak Bulus.

Perseroan percaya pembangunan jalur MRT Lin Timur Barat (East–West Line) akan memberi dampak signifikan bagi pengembangan kawasan di sepanjang jalur tersebut. Bagi perseroan, kehadiran jalur MRT akan memberikan nilai tambah secara langsung bagi pengembangan proyek Talaga Bestari di Cikupa, Tangerang sebagai kawasan properti terpadu yang terintegrasi dengan sistem transportasi dan infrastruktur regional.

“Kami berharap bisa berkontribusi aktif dalam menghadirkan pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan transportasi publik, meningkatkan aksesibilitas, memperkuat daya saing kawasan, serta mendukung terwujudnya sistem transportasi massal yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Archied Noto Pradono.

Kawasan Talaga Bestari di Cikupa, Tangerang, memiliki potensi pengembangan yang sangat baik seiring dengan semakin lengkapnya infrastruktur pendukung di wilayah tersebut. Kawasan ini didukung oleh akses jalan tol Jakarta–Merak, pintu tol Balaraja Timur, serta kedekatan dengan jaringan jalan tol Serpong–Bandara yang menghubungkan langsung ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ke depan, kawasan ini juga akan diperkuat oleh rencana pembangunan jalan tol Serpong–Balaraja dan Balaraja Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dalam Nota Kesepahaman ini, pihak-pihak yang terkait akan membentuk joint working group yang bertugas menyusun rencana kerja bersama, mencakup kajian pengembangan jalur MRT Kembangan Balaraja, interkoneksi, serta integrasi kawasan. imm

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry