Anugrah Linda Mutiarani, S.Gz., M.Kes – Dosen S1 Gizi, Fakultas Kesehatan (FKes)

LANJUT usia (lansia) merupakan tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia. Menurut UU No 13 tahun 1998 lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 (enam puluh) tahun ke atas.

Pertambahan umur pada lansia mengakibatkan fungsi fisiologis tubuh mengalami penurunan akibat proses penuaan, sehingga penyakit tidak menular atau penyakit degeneratif banyak muncul pada lanjut usia.

Berdasarkan Survey Kesehatan Indonesia tahun 2023 menyebutkan bahwa penderita hipertensi terbanyak di Indonesia adalah lansia yang berumur > 75 th (64%) dan rentang umur 65-74 th (57,8%). Penderita diabetes melitus terbanyak di Indonesia juga merupakan lansia yang memiliki rentang umur 65-74 th (24,6%). Sedangkan penderita penyakit jantung pada lansia dengan rentang umur 65-74 th sebesar 4,05% dan stroke sebesar 35,4%.

Faktor lain yang berkaitan dengan penyakit degeneratif pada lansia adalah pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Survei nasional mengungkapkan bahwa orang dewasa dan orang lanjut usia memiliki asupan buah dan sayur yang rendah, serta asupan natrium yang tinggi.

Hal ini mungkin terkait dengan kebiasaan mengonsumsi makanan asin. Dampak konsumsi garam berlebih (9-12 g per hari) di sebagian besar negara di dunia memiliki efek langsung pada stroke, hipertrofi ventrikel kiri, penyakit ginjal, kanker perut, dan demineralisasi tulang.

Pengaturan konsumsi garam yang tepat bagi lansia adalah sehari 1 sdt atau setara dengan 5 gram yang mengandung 2000 mg natrium, memilih produk makanan yang mengandung natrium ≤ 5% kebutuhan harian per sajian, serta bagi lansia yang memiliki penyakit hipertensi maka penggunaan garam ½ sdt selama sehari. Contoh bahan makanan tinggi garam (natrium) yang perlu dihindari adalah:

  1. Makanan cepat saji seperti burger, pizza, ayam krispi dan makanan lainnya yang disajikan di restoran cepat saji
  2. Makanan olahan seperti makanan kalengan, sosis, nugget, keju, pizza dan makanan siap saji.
  3. Makanan ringan seperti keripik, kue asin, kacang asin, dan snack lainnya
  4. Makanan yang diawetkan dengan garam seperti ikan asin, daging asin, telur asin, dan berbagai jenis acar
  5. Bahan perisa seperti kecap, saos tomat, saos tiram, MSG, mayonnaise, salad dressing.

Selain pengelolaan konsumsi garam, lansia perlu menjaga kualitas hidup dengan selalu menerapkan perilaku hidup sehat, makan-makanan aman dan bergizi seimbang disertai aktivitas fisik, sehingga dapat meminimalkan risiko terjadinya penyakit degeneratif. *

 

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry