Lailatul Khusnul Rizki – Dosen Kebidanan, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan

KEJADIAN Infeksi Covid-19 pada anak dan balita meningkat Positivity rate di sejumlah daerah di atas 5 persen, bahkan ada yang mencapai 17 persen.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus untuk pemerintah membuat kebijakan baru terkait tingginya angka kejadian Covid -19 pada balita dan anak.

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta pemerintah daerah menunda pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas Juli 2021. Hal tersebut karena kasus Covid-19 pada anak di Indonesia  meningkat pasca-Lebaran mencapai 12,5 persen.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Selain itu, angka kematian tertinggi di dunia yaitu 3-5 persen. Sekjen FSGI mengatakan “apabila kasus terus melonjak dan sulit dikendalikan, maka pemerintah daerah wajib menunda pembukaan sekolah pada tahun ajaran baru 2021/2022 yang dimulai pada 12 Juli 2021.

FSGI memberikan rekomendasi untuk menuntaskan program vaksinasi bagi seluruh guru dan dosen, karena masih banyak guru dan tenaga pendidik yang belum mendapatkan vaksinasi.

Kedua, mendorong Dinas Kesehatan daerah dengan Dinas Pendidikan untuk bekerjasama menyosialisasikan manfaat vaksin di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan, terutama untuk kelompok yang menolak divaksin.

Ketiga, mendorong Satgas Covid-19 Daerah bertindak tegas untuk menghentikan PTM, termasuk uji coba PTM di daerahnya ketika Positivity Rate diatas 5 Persen.

Hal ini juga menjadi pengaruh penting untuk tempat penitipan anak untuk menerapkan protocol kesehatan ketat guna mencegah penularan pada balita dan anak. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana meminimalisir penularan yang bersumber dari kontak erat keluarga sehingga perlu adanya Tips untuk Mencegah penularan Covid -19 di rumah dengan menerapkan pengasuhan yang bersih dan sehat.

  1. Jaga kebersihan diri pengasuh dan anggota keluarga serumah : (a) Langsung mandi, cuci rambut dang anti baju setelah bepergian, (b) Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi, (c) Batasi jumlah orang yang mengasuh bayi secara langsung, (d) Anggota keluarga lainnya menjaga jarak dari bayi.
  2. Jaga bayi tetap sehat di rumah saja : (a) Hindari mengajak bayi keluar rumah, kecuali untuk keperluan ke fasilitas kesehatan, (b) pakai masker saat menyusui dan menggendong bayi di rumah, (c) gunakan alat mandi, sprei dan handuk tersendiri untuk bayi, (d) berikan gizi seimbang untuk bayi.
  3. Tunda ke Fasilitas Kesehatan kecuali kondisi gawat darurat. Dapatkan Imunisasi dengan janji temu di fasilitas kesehatan terdekat. Simpan nomor telepon Puskesmas atau Fasilitas Terdekat untuk telekonsultasi. *
Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry