Riyan Sisiawan Putra – Dosen FEB

BEBERAPA hari yang lalu ada berita di salah satu radio ternama di Surabaya, ada seorang ibu yang melaporkan perihal kehilangan anaknya yang duduk di kelas 6 sekolah dasar (SD).

Anak tersebut sebelum menghilang, sering bergaul dengan anak-anak yang putus sekolah dan lebih dewasa dibandingkan dengan dirinya. Si ibu mencari anaknya dengan mendatangi orang tua ke tiga anak yang sering bergaul dengan anaknya, dan kata-kata orang tua dari ketiga anak tersebut bahwa anaknya sudah sering menghilang dan orangtuanya tidak peduli dengan anak tersebut.

Dari sekilas cerita diatas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa lingkungan sangat berpengaruh terhadap apa-apa yang ada disekitarnya. Kali ini saya akan mencoba membahas masalah Budaya Organisasi. Sebelumnya saya akan menjelaskan difinisi dari Budaya Organisasi tersebut berdasarkan para ahli.

Arti budaya organisasi adalah kumpulan norma dan nilai yang membimbing bagaimana anggota organisasi bertingkah laku. Anggota organisasi akan bertindak sesuai budaya yang terbentuk supaya diterima oleh sekitarnya (Lathans, 1998).

Budaya organisasi merupakan nilai-nilai yang menjadi acuan SDM dalam menyelesaikan problem eksternal serta usaha untuk menyesuaikan integrasi ke internal perusahaan sehingga tiap anggota organisasi perlu mengerti nilai-nilai yang ada untuk berperilaku di dalam organisasi (Susanto).

Definisi budaya organisasi yaitu pola dari rangkaian asumsi dasar yang ditemukan, dibentuk dan berkembang pada kelompok. Asumsi tersebutk memiliki tujuan agar organisasi mampu mengahadapi permasalahan yang muncul diakbatkan penyesuaian eksternal dan integrasi internal yang telah berjalan dengan baik. Sehingga harus diajarkan kepada generasi berikutnya mengenai metode untuk mencapai pemahaman, bagaimana memikirkan dan merasakan terkait problematika yang ada (Schein).

Dari definisi budaya organisasi tersebut bisa kita simpulkan bahwa budaya organisasi meliputi nilai-nilai dan Norma yang dipakai sebuah perusahaan tersebut dalam menyelesaikan suatu permasalahan baik internal maupun eksternal. Contoh kecil dari sebuah budaya organisasi adalah seragam yang di gunakan oleh organisasi. Dan mungkin yang lain seperti perusahaan-perusahaan yang sudah kita kenal diantaranya:

          PERTAMINA WAY (staf, kualitas dan kuantitas, peralatan dan fasilitas, format fisik dan produk dan pelayanan).

          CHEVRON (Integritas, Kepercayaan, Keanekaragaman, Terobosan, Kemitraan, Melindungi Manusia dan Lingkungan, Kinerja Tinggi).

Jadi budaya organisasi ini bisa mendorong sebuah perusahaan lari lebih kencang bila budaya yang ada dalam perusahaan tersebut mendukung dengan baik. Begitu juga dengan prestasi kerja karyawan. Kenapa hal tersebut bisa terjadi, karena karyawan yang merasa bahwa pekerjaan yang memberikan rasa nyaman yang baik, maka akan membuat produktifitas karyawan akan semakin tinggi, begitu sebaliknya.

            Apabila kita hubungkan dengan kehidupan sehari-hari, kita bisa melihat bahwa ibu tadi yang melaporkan anaknya hilang, membiarkan anaknya tersebut ketika bergaul dengan teman-temanya yang kurang baik.

Karena kecerdasan mengelola budaya yang masi kurang secara nggak langsung anak tersebut mencoba menduplikasi budaya yang dipakai oleh teman-temanya yang lebih dewasa dan putus sekolah tersebut, supaya dia bisa di terima di lingkungan tersebut.

 Di mana harusnya ibu tadi lebih memperhatikan lingkungan anaknya dan menaruh anak tersebut di lingkungan yang memiliki budaya yang bagus. Demikian semoga menginspirasi. *

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry