LAMONGAN I duta.co – Debat publik perdana Pilkada Lamongan mendapat perhatian dari Peneliti Senior SSC (Surabaya Survey Center) Surokim Abdussalam. Pasangan calon nomor urut 1 Suhandoyo-Astiti Suwarni dinilai terlihat lebih leluasa menyampaikan semua gagasan dan visi-misi.

“Bisa jadi karena pasangan ini bukan merepresentasikan sebagai incumbent sehingga terlihat tidak ada beban. Pak Handoyo dan Bu Astiti seolah bisa berkomunikasi langsung dengan pemilih masyarakat Lamongan lebih natural,” katanya.

Dekan FISIB UTM (Universitas Trunojo Madura) itu menilai, keduanya terlihat bisa berbagi waktu dan bisa bertanya lebih mendalam. “Setelah saya mengamati, Pak Handoyo-Astiti saling mengisi dalam bertanya dan menjawab. Pembawaan keduanya terlihat tenang,” ucapnya.

Namun secara umum, debat berjalan landai dan datar saja belum terlihat progresivitas. Khususnya dalam menawarkan gagasan gagasan progresif untuk perubahan dan perbaikan.

Hal positif yang bisa dilihat dalam debat ini semua paslon punya respek dalam berdebat sehingga debat berjalan cukup kondusif dan konstruktif. “Sebagai sebuah panggung debat pilkada menurut saya sudah cukup konstruktif kendati tidak terlihat mendalam masih permukaan saja belum substantif progresif,” tegas Dosen Komunikasi Politik ini.

Surokim melihat paslon nomor urut 2 karena berpengalaman di birokrasi sehingga bisa menguasai permasalahan dan juga memberi solusi. Ketenangannya juga bagus, gaya komunikasi lebih formal.

“Sedangkan pasangan calon nomor urut 3 setelah saya amati, mereka berusaha berada di tengah dengan gaya komunikasi kombinatif. Terlihat taktis, tetapi belum bisa komunikatif,” pungkasnya. (dul)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry