Masnuh, orang dekat Gus Dur (kiri) saat bertemu dengan Wapres RI Jusuf Kalla

SURABAYA | duta.co – Haji Masnuh menjadi calon alternatif di Pilbup Sidoarjo 2020, di tengah polarisasi dukungan antara dua kutub utama PKB di Sidoarjo.

Hal ini diungkapkan Peneliti Senior Surabaya Survey Center (SSC), Surochim Abdussalam, Kamis (5/4/2019).

Dua kutub PKB di Sidoarjo menurutnya adalah kekuatan Ketua DPC PKB yang juga menjabat Bupati, Saiful illah dan Kekuatan KH Agus Ali Mashuri pengasuh Ponpes Bumi Sholawat Tulangan.

Karena kekuatan tradisional NU dan PKB di Sidoarjo masih menjadi kekuatan utama. Haji Masnuh bisa menjadi kekuatan alternatif jika bisa menunjukkan portofolio publik lebih massif kepada warga sidoarjo.

Di sisi lain, Kekuatan kultural yang dimilikinya saat melayani Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) dan kontribusinya pada kemenangan Khofifah Indar Parawansa di pilgub 2018, bisa menjadi pematik dukungan potensial di kalangan warga NU dan PKB.

“Apalagi masyarakat Sidoarjo juga butuh perubahan. Jika pak Masnuh bisa memperlihatkan progresivitas dan visi Sidoarjo saya pikir akan menjadi peluang,” papar Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini.

Apalagi calon berlatar belakang pebisnis yang punya visi publik dibutuhkan agar bisa mengimbangi dan akseleratif dengan pembangunan di Sidoarjo.

Bagaimana dengan rekom partai? “Rekom tergantung dari DPP PKB dan harus berebut dengan poros Saiful illah selaku incumbent. Menurut saya persaingan masih terbuka kendati peluang dianggap lebih kecil,” terangnya.

Di tengah ketatnya persaingan memperoleh rekom PKB, Masnuh harus memilii peta alternatif untuk mendapatkan rekom dari partai lain.

“Khususnya dari partai tengah yang juga punya ceruk di Sidoarjo seperti Partai Gerindra, Golkar dan sebagainya”. zal

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry