Emil Dardak dan istrinya, artis Arumi Bachsin.

SURABAYA – Nama Bupati Trenggalek Emil Listianto Dardak santer disebut akan mendampingi Khofifah Indar Parawansa (KIP). Namun, PDIP sepertinya tidak akan dengan mudah melepas Emil yang telah memiliki kartu anggota PDIP.

Menurut pengamat Surabaya Survey Center (SSC), Surochim Abdussalam, Jika Emil maju otomatis harus keluar dari PDIP. Karena PDIP telah mengeluarkan rekom untuk pasangan Saifullah Yusuf dan  Azwar Anas.

Bagaimana peluangnya? “Semua masih memiliki peluang dan terbuka karena angka swing dan undecided voters masih tinggi, tergantung strategi meningkatkan elektabilitasnya,” ujarnya dikonfirmasi, Selasa (7/11).

Apalagi jika menilik pada Pilkada Tulungagung, Sahri mulyo kala itu tidak mendapatkan rekomendasi PDIP. Dirinya, akhirnya memilih keluar dari PDIP dan diusung PKNU. Hasilnya, Sahri Mulyo menang dan menduduki kursi bupati.

Surochim melanjutkan, setiap pilihan politik pasti mengandung risiko, jika Emil berani menerima pencalonan dari partai poros lain ataupun digandeng KIP. “Itu sungguh kejutan dan bisa menjadi kuda hitam Pilkada Jatim,” ujar dosen komunikasi politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini.

 

Leading berdasar Pemberitaan

Sementara, berdasarkan tren pemberitaan media berdasarkan index, sentimen, passion, dan tone pemberitaan, nama Emil Dardak ini leading.

“Riset kami memantau pemberitaan di 352 media massa dan hasilnya menguat dua nama pendamping Khofifah, yakni Emil Dardak dan Ipong Muchlissoni, bupati Ponorogo. Kata kunci yang kami gunakan adalah Pilgub Jatim 2018,” ujar Petrus Hariyanto, CEO IPOL Indonesia kepada wartawan di Surabaya, Selasa (7/11).

Posisi Emil menguat dengan probabilitas 38,9 %. Disusul Ipong Muchlisoni di peringkat kedua point 37,6. Nama terakhir adalah Hasan Aminuddin dgn probabilitas . “Tone pemberitaan positif tentang Emil Dardak terus menguat karena di topang oleh para influencer melalui statemen di media massa,” tambahnya.

“Sentimen positif ini menjadi indikator bahwa Emil Dardak layak menjadi wakil Khofifah. Kendati demikian, ada tone negatif terkait Emil yang di lontarkan petinggi PDIP  bahwa suami Arumi Bachsin itu hendaknya memegang janji mengabdi di Trenggalek hingga habis masa jabatannya,” ujar Petrus.

Khusus untuk Ipong, lanjut Petrus, probabilitasnya makin meningkat setelah bergabung dengan Nasdem yg merupakan partai pengusung Khofifah di Pilkada Jatim. Sinyalemen kuat tentang Ipong menjadi bayang-bayang menggantikan posisi Emil.

Sentimen analisis yang dilakukan IPOL melalui Teknopol ini menggunakan metode news analytic dengan pendekatan konten berdasakan parameter kecenderungan pemberitaan.

Pada perhelatan Pilkada Serentak 2018, IPOL Media Monitoring secara intensif melakukan pemetaan digital konten yang berserakan di dunia maya. Hasilnya, dirangkum dalam dashboard layanan digital. zal

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan