Risa Maharani (tengah) bersama baju-baju rancangannya di hari terakhir Vokasiland 2022 di Grand City Mall, Minggu(31/7/2022). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Lulusan sekolah vokasi bisa berkarir tinggi dan cemerlang. Hal itulah yang dirasakan Rahma Agustina dan Risa Maharani. Keduanya kini mapan dengan karir sebagai Mobile Apps Development dan Fashion Desainer.

Di ajang penutupan  Vokasiland Road to Harteknas 2022 di Grand City Mall Surabaya, Minggu (31/7/2022), kedua anak muda itu berbagi pengalaman.

Rahma, lulusan SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus, Jawa Tengah menceritakan pengalamannya menempuh pendidikan vokasi di daerah hingga mendapatkan pekerjaan mapan di Jakarta.

“Di sekolah vokasi diajarkan apa yang menjadi passion saya. Saya diajari banyak hal mulai mobile applications, games dan sebagainya,” ujar Rahma.

Dari pengalaman-pengalaman belajar di sekolah vokasi membuatnya bisa memiliki kemampuan di atas rata-rata teman-teman sebayanya.

“Sehingga saya dipercaya bekerja di perusahaan teknologi yang banyak karyawannya laki-laki,” tukasnya.

Rahma (dua dari kanan) dan Risa (dua dari kiri) saat berbagi pengalaman mereka di ajang Vokadiland 2022, Minggu (31/7/2022). DUTA/ist

Tidak hanya Rahma, Risa juga mengalami hal yang sama. Risa yang alumni SMK NU Banat Kudus itu kini sudah menjadi fashion desainer dengan brand sendiri Risa Maharani Basic.

Bahkan berbagai kejuaraan fashion desain sudah dimenangkannya. Tidak hanya itu, Risa pun dikontrak brand fashion Zoya untuk menjadi salah satu tim fashion desainernya.

“Bayangkan betapa bangganya saya. Pada 2018 saat usia saya 18 tahun saya menang lomba desain. Lalu saya dikontrak satu tahun oleh brand Zoya.  Desain saya itu setiap bulan meraih omset Rp 10 miliar hingga Rp 12 miliar per bulan. Dan gara-gara itu pula, saya bisa dapat royalti Rp 200 juta per bulan di usia saya yang masih 19 tahun,” jelasnya.

Kedua anak muda ini adalah lulusan SMK yang menjadi binaan Djarum Foundation di Kudus.

Sebagai sekolah binaan, tidak hanya memberikan fasilitas tapi juga dibuatkan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

“Jadi kami benar-benar ingin sekolah itu bisa mencetak lulusan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. Kami hadirkan alatnya, kami datangkan ahlinya dan melatih guru-gurunya agar juga bisa memiliki keahlian yang sama dengan pakar-pakar profesinya,” kata Program Officer Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Galuh Paskamagma. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry