Lima mahasiswa Perbanas yang membuat hair mask dari bahan alami. DUTA/endang

SURABAYA | duta.co  – Peluang bisnis bisa didapat dari mana saja. Bisa jadi itu dari pengalaman pribadi. Yang utama adalah menciptakan kreativitas dan keinginan keras  untuk melakukan sesuatu yang menguntungkan.

Seperti yang dialami Koesma Malika lka Kinasih. Mahasiswa STIE Perbanas itu justru memanfaatkan peluang bisnis dari pengalaman yang selama ini dialaminya.

Dibantu empat temannya yakni Elissa Qotrunnada, Aga Sinar Yustika, Melly Dwi Yanti, dan Destria Fara Adelia, jadilah sebuah bisnis yang menguntungkan yakni produk hair mask atau masker rambut.

Produk yang diberinama Tesabut Hair Mask itu, berasal dari pengalaman Koesma selama ini. Di mana dia dulunya memiliki rambut yang tebal, hitam dan ikal. Saat remaja, Koesma ingin mengikuti tren, memiliki rambut yang lurus.

Akhirnya dia mencoba untuk meluruskannya. Tanpa memikirkan kerusakannya. Dan benar saja, rambutnya menjadi rusak, pecah-pecah, rontoh dan kering. “Dari sana saya di rumah memakai berbagai jenis obat untuk bisa mengembalikan rambut saya seperti dulu,” ujarnya ditemui di Kampus Nginden Semolo, Kamis (15/8).

Saat itu, Koesma mengaku menggunakan santan, lidah buaya dan berbagai buah dan sayur lainnya. “Dan ternyata cukup ampuh. Rambut tidak lagi rontok, mulai berkurang lah,” tukasnya

Dari resep pribadi itu, saat kuliah dia kembangkan bersama teman-temannya. Dia pun mulai mengembangkan bahan bakunya. Kali ini menggunakan minyak ikan, santan, aneka sayur dan buah. Untuk sementara, minyak ikan, Koesma mengaku belum memproduksinya sendiri melainkan beli jadi.

“Tapi ada keinginan suatu saat kami akan memproduksinya sendiri, agar ada bahan yang memang kami yang buat,” tukasnya.

Dari proses yang panjang, Koesma dan temannya akhirnya menemukan resep dengan komposisi pas untuk membuat hair mask ini. “Pokoknya bahan yang kami pakai bermanfaat untuk rambut,” tandasnya.

Dikemas dalam toples ukuran 250 gram, Koesma dan teman-temannya menjualnya dengan harga Rp 30 ribu. Sudah ada lima salon di Surabaya, Gresik dan Pacitan yang menjalin kerjasama, di mana salon-salon tersebut khusus menggunakan produk hair mask ini.

“Kita akan tambah terus jumlahnya. Dan kita akan terus melakukan inovasi agar produk ini lebih sempurna,” katanya.

Produk yang sudah melewati uji laboratorium ini, sudah mulai gencar dipasarkan lima mahasiswa ini. Apalagi, produk ini diprediksi lebih menjanjikan. Diakui Koesma, dari harga jual Rp 30 ribu itu, dia dan teman-temannya sudah mendapatkan untung yang cukup besar yakni 50 persen. “Peluangnya besar, kami akan kembangkan terus,” ungkapnya. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry