Ni Luh Komang Ayu, SH, MH.

SURABAYA | duta.co – Mungkin seribu berbanding satu kasus seperti ini terjadi di Indonesia khususnya di Surabaya. Seorang pengacara wanita yang menjadi kuasa hukum dari seorang Dj (Disc Joky ) bernama Monalisa, mendapat intimidasi dan disekap oleh orang suruhan mantan manager DJ dari Exotica Management di Luxor Pup Surabaya.

Pengacara cantik yang bernasib kurang beruntung itu, adalah Ni Luh Komang Ayu, SH, MH.

Awal kasus ini bermula saat Ayu sapaan akrabnya dipercaya sebagai kuasa hukum Dj Monalisa (18 th) yang merasa diperalat oleh Exotica Managemen.

Setelah lepas dari Exotica Management Dj Mona bisa bebas main di beberapa club malam ternama karena tak usah harus melalui managemen, sebab dia masih tergolong anak-anak.

Namun kebebasan tersebut, memicu pihak Exotica Managemen dendam lantaran kran pundi-pundi pendapatan jadi berkurang dan hendak dilaporkan kasusnya ke pihak aparat penegak hukum.

Heri selaku pemilik Exotica Managemen pun diduga bekerjasama dengan Bayu yang juga seorang DJ dan beberapa orang sewaan mengatur rencana untuk mengintimidasi Ayu.

Bertepatan pada 26 Juni 2019 hari yang sudah ditentukan, Ayu memenuhi undangan ke Luxor Pub. Di tempat itu Ayu juga diminta menampilkan keahliannya sebagai Dj yang sudah lama tidak dipraktekkan.

Usai tampil, tiba-tiba salah satu Dj resident Luxor dibantu beberapa orang berbadan kekar memaksa Ayu untuk menuju ke ruangan ruangan khusus. Sampai di ruangan tersebut tiba-tiba, pintu ditutup rapat dan lampu dibiarkan redup sehingga tak bisa melihat secara jelas.

Mendapat perlakuan seperti itu, otomatis Ayu bersama dua asistennya merinding karena khawatir mendapat perlakuan yang tidak diinginkan. Ayu tersadar ketika seseorang yang dikenal mendesak supaya dirinya mencabut diri sebagai kuasa hukum Dj Monalisa.

“Ternyata saya disekap di ruangan gelap itu untuk dipertemukan dengan Heri pemilik Exotica Managemen. Tujuannya supaya saya tidak mendampingi DJ Monalisa sebagai kuasa hukum,” ujar Ayu usai memenuhi panggilan pemeriksaan di Mapolda Jatim kepada sejumlah media, Selasa (15/10/2019).

Digertak Mau Telepon Putra La Nyalla

Sekitar 3 jam disekap di ruangan gelap tak ber AC, mantan caleg DPRD Jatim dari Partai Demokrat dari Dapil Madura yang juga Humas DPD Partai Demokrat Jatim itu akhirnya dilepaskan jelang subuh.

“Saya bilang pagi ini saya ada acara HIPMI karena harus mengikuti Muscab HIMPI Surabaya di Hotel JW Marriot. Karena ada yang mengaku orang dari Pemuda Pancasila maka saya bilang, apa perlu saya telepon Mas Ali Affandi, putra Bang La Nyalla kalau saya harus hadir di acara itu biar kalian percaya,” kenang Ayu mengingat bagaimana dia akhirnya bisa lolos dari penyekapan.

Usai kejadian tersebut, Ayu merasa takut jika keluar kemana-mana sendirian sehingga terpaksa melaporkan kejadian tragis yang dialami tersebut ke Polda Jatim. “Kasus laporan saya ini sekarang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Jatim. Hari ini saya baru saja memenuhi panggilan pemeriksaan,” kata Humas HAMI JATIM ( Himpunan Advokat Muda Indonesia Jawa Timur).

Ia berharap kasus yang menimpa dirinya ini tidak terulang dan terjadi kepada teman-teman seprofesi khususnya para advocat perempuan di Indonesia dan memiliki keberanian dalam membela kebenaran dan keadilan.

“Mudah-mudahan apa yang saya alami ini mampu menginspirasi kaum perempuan khususnya pengacara perempuan untuk lebih berani menegakkan keadilan dan kebenaran di Indonesia,” pungkas Ni Luh Komang Ayu di dampingi sejumlah pengacara yang tergabung dalam HAMI Jatim.  (ud)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry