KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf)
KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf)

 

MAGELANG | Duta.co – Haris Fauzi (45 tahun), peneror bom rombong sate di Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mengaku sakit hati kepada pengasuh Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf). Sakit hati urusan apa?

Kepada Duta.co yang menghubunginya dari Surabaya, Gus Yusuf mengatakan, Haris adalah teman kecilnya. Sejak SD, Haris yang tetangga 100 meter dari rumahnya itu, ngaji bareng di musala. Selulus SD, Gus Yusuf lama tak bertemu lagi karena meneruskan pendidikan di Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

Mereka bertemu lagi ketika sudah dewasa. “Nah, dia pernah bilang ingin nyaleg lewat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun, mekanisme partai tidak memungkinkan karena masih ada calon lain yang lebih memenuhi syarat. Karena itu saya bilang dia harus antre. Saya suruh bersabar,” ujar Gus Yusuf.

Namun, Gus Yusuf melanjutkan, pada Pemilu 2014, Haris Fauzi rupanya memutuskan ‘nyaleg’ lewat PDIP. Namun rupanya juga gagal. “Bila benar sakit hati kepada saya, mungkin urusan itu,” ujar Gus Yusuf.

Seperti diberitakan, Kepala Polres Magelang Ajun Komisaris Besar Polisi Hari Purnomo mengatakan, pelaku Haris Fauzi ditangkap Rabu (4/1/2017) kemarin pukul 11.00 WIB di Jalan Raya Magelang-Kopeng. “Kita tangkap kemarin, dia warga Tegalrejo,” ujarnya, Kamis (5/1/2017).

Dari rumah pelaku, disita 19 jenis barang bukti. Antar lain sebuah lakban berwarna biru, palu, kabel, buku catatan, sepeda motor, obeng, kantong plastik berisi arang 1,5 kilogram, dan alat komunikasi. Tersangka masih ditahan dan diperiksa intensif di tahanan Markas Polres Magelang.

Berdasarkan pemeriksaan awal, motif pelaku meneror bom karena alasan sakit hati terhadap Gus Yusuf, ulama muda ternama di Tegalrejo yang juga ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah.

Pelaku, kata Hari, sengaja melakukan teror bom yang diletakkan di lokasi dekat dengan Pesantren API Tegalrejo, Magelang. Bom itu kali pertama ditemukan seorang pedagang sate bernama AF sekira pukul 05.00 WIB pada Selasa (19/12/2016). Bom ditemukan di depan apotek Kimia Farma di Jalan Pahlawan Nomor 83, Tegalrejo.

Bom tersebut dibungkus tas berwarna merah muda. Di dalamnya terdapat bahan serbuk mesiu seberat 2 ons yang dililit rangkaian kabel berwarna hitam, benda mirip jam serta catatan beraksara Arab. Tim Penjinak Bahan Peledak Polda Jateng meledakkan bom itu segera setelah mengolah tempat kejadian perkara. kim

 

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan