Merry Sunaryo – Dosen Prodi D-IV K3

BERKENDARA merupakan salah satu aktivitas yang beresiko tinggi. Kasus kecelakaan kendaraan di dunia menempati urutan teratas sebagai penyebab kematian. Karena itu tidak heran jika kecelakaan lalu lintas dikatakan juga sebagai Silent Killer. Penyebab kematian tertinggi di Indonesia sendiri salah satunya adalah kecelakaan lalu lintas.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat jumlah kecelakaan yang terjadi selama periode Januari hingga November 2018 meningkat dibanding 2017. Pada 2018, sebanyak 5.400 kejadian, sementara pada 2017 hanya 5.140 kejadian di periode bulan yang sama.

Kemudian pada 2017 tercatat ada sebanyak 222 jiwa meninggal, sedangkan pada tahun 2018 tercatat ada sebanyak 276 jiwa meninggal di jalan raya akibat kecelakaan lalu lintas yang dipicu faktor kelebihan batas kecepatan daan tidak menaati peraturan lalu lintas.

Kecelakaan lalu lintas semakin meningkat seiring dengan meningkatnya pelanggaran lalu lintas di jalan. Salah satu korban kecelakaan lalu lintas adalah remaja dan anak-anak. Fakta yang ada menunjukkan bahwa sebagian besar korban kecelakaan didominasi oleh kalangan pelajar atau pada usia remaja dan anak-anak.

Dari data kecelakaan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jendral Perhubungan Darat tahun 2017-2018 menyebutkan presentase kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas sebesar 30-40% dan korban kecelakaan sebagian besar di dominasi oleh mereka yang berpendidikan SMA.

Hal tersebut terjadi karena memang pada dasarnya para pelajar tersebut belum mempunyai SIM (Surat Izin Mengemudi) sehingga dalam keahlian berkendara masih dikatakan minim. Kelabilan masa muda yang masih dalam pencarian jati diri, dapat dilampiaskan dengan cara kebut-kebutan di jalan raya, yang mendasari terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Berbagai aktifitas sehari-hari yang mengharuskan menusia berinteraksi dengan lalu lintas tidak dapat dihindari dan harus tetap dilaksanakan. Potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas tersebut pun tidak terkecuali mengancam keselamatan manusia setiap berkendara di jalan raya.

Salah satu penyebab utama kejadian ini adalah akibat minimnya bekal pengetahuan dan kemampuan pengendara / pengemudi untuk menggunakan kendaraannya dengan aman dan benar. Untuk menghindari kondisi tersebut, setiap pengendara perlu membekali dirinya. Salah satunya adalah pendidikan dalam keselamatan berkendara.

Mengemudi dengan aman atau Safety Riding bukanlah hal yang mudah. Mengemudi yang aman memerlukan dasar (pengetahuan), latihan serta pengalaman yang cukup. Perlu diketahui bahwa dalam berkendarapun banyak perlu diperhatikan selain pengetahuan berkendara salah satunya adalah keselamatan dan taat berlalu lintas.

Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam berkendara yaitu memiliki SIM, mengenakan perlengkapaan berkendara yg lengkap seperti helm SNI, sarung tangan dan sepatu kemudian menaati peraturan lalu lintas hingga memastikan kondisi kendaraan dalam keeadaan baik.

Mengendarai sepeda motor saat ini sudah merupakan suatu kebutuhan dan bahkan sudah sulit untuk dihindari. Hal ini bisa kita lihat dari perkembangan jumlah populasi kendaraan yang kian hari semakin bertambah.

Namun sangat disayangkan seiring bertambahnya jumlah kendaraan diiringi juga oleh jumlah kecelakaan yang mengakibatkan bertambahnya kerugian yang tidak sedikit, bahkan jumlah nyawa yang melayang sia-sia.

Kesadaran dan budaya keselamatan jalan pada remaja dan anak-anak dapat ditingkatkan dengan melakukan pendidikan keselamatan berlalu lintas sejak usia dini dan promosi pentingnya keselamatan di jalan.

Karena itu, sebaiknya kita harus lebih peduli terhadap lingkungan kita terutama keluarga kita. Mari kita berikan pendidikan keselamatan berkendara sejak dini. *

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry