Roy Suryo, politisi partai Demokrat serta Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga.
Roy Suryo, politisi partai Demokrat.

JAKARTA | duta.co — Jagad politik bisa semakin runyam. Serbuan tenaga kerja asing asal China merupakan gejala awal dari upaya ekspansi terhadap kedaulatan bangsa Indonesia, kata politisi partai Demokrat, Roy Suryo.

“Awalnya kerja sama usaha. Lalu, masuk tenaga kerja China sebanyak-banyaknya. Mereka bikin daerah atau kavling terbatas sendiri. Pribumi sulit kontrol. Lalu boleh mendirikan ormas asing. Bikin pasukan dan satgas sendiri. Kemudian asing boleh beli properti dan tanah sendiri. Dapat KTP dan hak ikut pemilu,” kata Roy Suryo dalam keterangan persnya, hari ini.

Berdasarkan catatan data Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, pertengahan tahun ini, WNA paling banyak melanggar kebijakan bebas visa adalah Cina.

Warga negara Cina menduduki peringkat pertama dengan jumlah yang cukup signifikan, yaitu 1.180 pelanggaran pada Januari-Juli 2016. Sementara urutan berikutnya diikuti warga negara Bangladesh (172), Filipina (151), dan Irak (127).

Menurut Roy, Cina telah menunggangi pola kerja sama investasi dengan kompensasi pekerja dari negaranya. Tentu kemudahan untuk masuk ke Indonesia menjadi penyebab membludaknya pekerja cina di Tanah Air.

“Saya kira masyarakat yang cerdas dan masih peduli NKRI sudah merasakannya,” tandas mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu. (em)

Tinggalkan Balasan