Wisata Danau Ranu di Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan yang dikelola Pemkab Pasuruan. (DUTA.CO/Abdul)
PASURUAN | duta.co – Pandemi Covid-19 membuat pendapatan dari sektor pariwisata di wilayah Kabupaten Pasuruan menurun drastis dari target. Target penerimaan sektor pariwisata mencapai Rp 500 juta, kini hingga menjelang akhir tahun, realisasinya hanya Rp 230 juta.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan, melalui Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Gunawan Wicaksono, menyatakan turunnya pendapatan di sektor pariwisata karena pandemi Covid-19.
“Pandemi, wisata di wilayah Kabupaten Pasuruan sempat tutup. Ketika ditatanan baru atau new normal, masyarakat juga belum berkunjung. Ini penyebab menurunnya pendapatan sektor wisata,” tandas Gunawan, saat dihubungi, Minggu (22/11) siang.
Target awal tahun, pendapatan asli daerah Kabupaten Pasuruan dari sektor pariwisata ditarget Rp 1 miliar. Karena pandemi, target itu dievaluasi dan diturunkan menjadi Rp 500 juta.
“Hanya dua tempat wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang buka, yaitu Danau Ranu Grati dan Wisata Tengger Bromo. Untuk wisata pemandian Banyubiru belum dibuka sama sekali karena masih dalam tahap renovasi,” ucap Gunawan. (dul)
Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry