PILKADA : HM. Ridwan dan Mudawamah didampingi pendukungnya saat berada di Halaman KPU Kabupaten Kediri (Nanang .P Basuki/duta.co)

KEDIRI|duta.co – KPU Kabupaten Kediri pada Senin (14/09) dini hari menyatakan menutup Tahapan Perpanjangan Pendaftaran bagi Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Kediri. Besar kemungkinan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) nanti, hanya diikuti satu pasangan yaitu Hanindhito Himawan Pramana didampingi Dewi Mariya Ulfa diusung 9 partai politik memiliki kursi di legeslatif. Disampaikan Anwar Ansori usai rapat pleno, bahwa KPU saat ini hanya menerima pendaftaran resmi satu Bapaslon.

Sempat hadir di Halaman Kantor KPU menjelang batas waktu penutupan, H. Muhammad Ridwan bersama Hj. Mudawamah selaku Ketua PC Muslimat namun tertahan di pintu masuk. Sesuai persyaratan bahwa Bapaslon harus didampingi ketua partai politik atau yang menerima mandat dari pimpinan pusat. Terlihat Ridwan menelepon seseorang dan terdengar ucapan telah sampai di sekitar Stadion Brawijaya sementara hitungan mundur di KPU terus berjalan.

Akhirnya tepat pukul 00.00 wib, utusan partai yang ditunggu tak kunjung datang, Ketua Muslimat sempat berkumpul di halaman akhirnya bergegas masuk mobil warna putih AG 1857 BI yang juga dinaiki saat berangkat. Ridwan pun masih berusaha menelepon kembali hingga kemudian memutuskan masuk ke mobil warna hitam AG 1724 DW. Tidak ada keterangan resmi dan enggan dikonfirmasi saat akhirnya rombongan ini pergi meninggalkan halaman KPU sekira pukul 00.35 wib.

PCNU Vs PKB? Muslimat Vs Fatayat?

PILKADA : Papan nama DPC PKB Kabupaten Kediri kembali terpasang sejak Jumat kemarin (Nanang .P Basuki/duta.co)

Apakah ini pertanda kekuatan NU di Kabupaten Kediri bakal pecah dalam Pilkada? Bila mengacu rekam jejak digital, bagaimana majunya Dewi Mariya Ulfa mendapatkan pertentangan dikalangan NU dan tidak berpamitan kepada jajaran Dewan Tanfidziyah dan Dewan Syuro. Kemudian aksi para pemuda – pemudi NU yang menduduki Kantor DPC PKB Kabupaten Kediri karena berdasarkan rapat pleno telah diputuskan akan kembali ditempati NU.

Kemudian terbaru, bagaimana sosok Ketua Muslimat NU dibuat tak kuasa menahan wajah kesedihan saat meninggalkan halaman Kantor KPU, demi mewujudkan keterwakilan NU dalam pesta demokrasi. “Berkas – berkas kami telah lengkap sesuai hasil komunikasi dan konsultasi dengan KPU,” ungkap Tomi Aribowo, salah satu anggota tim yang dikonfirmasi pada Jumat lalu. Bahkan menyebutkan dua partai, Gerindra dan Golkar telah memberikan rekom mengusung Ridwan dan Mudawamah. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry