GRESIK | duta.co – Ratusan warga kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik berkumpul seraya menunjukkan solidaritas tinggi. Dengan berkeliling wilayahnya, mereka mempertontonkan kesenian asli yang dimilikinya dan menjadi icon Gresik, yakni seni tari Pencak Macan. Mereka ternyata melakukan itu semua untuk menggalang dana yang akan diberikan pada dua bocah warganya yang menjadi korban kecelakaan.
Bentuk solidaritas itu karena prihatin kepada dua bocah malang yang saat ini terbaring di RSUD Ibnu Sina usai kaki kedua bocah itu diamputasi. Begitu juga dengan kondisi korban dan keluarga korban yang memang dari keluarga sangat sederhana. Kendati telah banyak beberapa warga yang sudah menyisihkan pundi rezekinya kepada korban, penggalangan seakan tak berhenti.
Muhammad Danis, bocah umur 2,5 tahun dan sepupuhnya Noval Afif usia 4,5 tahun tertabrak truk milik perusahaan petikemas  PT Berlian asal Surabaya. Kedua korban asal Desa Lumpur, Kecamatan Gresik, Jalan RE Martadinata, Kabupaten Gresik, hingga kini masih terbaring lemas di RS Ibnu Sina Gresik. Kedua warga Desa Lumpur RT01 Gang 10A ini terpaksa harus kehilangan kaki lantaran diamputasi akibat luka parah.
“Ga tega lihat anak seumuran itu harus kehilangan satu kaki untuk selamanya. Apalagi satu dari korban merupakan anak yatim, semoga keduanya selalu dilimpahi rezeki yang melimpah,” terang Lucki warga kelurahan setempat, yang terlihat matanya berkaca-kaca, kemarin.
Ia menambahkan bahwa kejadian tersebut agar bisa sebagai pelajaran untuk pengendara dan masyarakat sekitar lebih hati-hati. Untuk mengawasi anak – anaknya bermain, sebab jalanan sering dilewati mobil mobil besar truck, tlailer. Bapak dua anak ini juga sangat berharap agar semoga tidak terjadi lagi kejadian serupa.
Diketahui satu bocah yang turut menjadi korban dan harus diamputasi ini yakni Muhammad Danis, adalah anak yatim. Ibu Danis meninggal dunia sejak Danis berumur lima bulan. Tante Danis yang merawatnya selama ini yang tak lain adalah ibu kandung korban Noval Afif, sempat berupaya mencari biaya dengan meminjam kepada saudara.
Menurut beberapa warga, PT Jasa Raharja memberikan santunan kecelakaan masing-masing Rp 20 juta. Biaya inilah yang dimanfaatkan untuk biaya perawatan kedua bocah malang ini. Meski diketahui biaya sejumlah itu masih jauh dari cukup untuk membiayai perawatan kedua bocah malang tersebut.
Sementara itu, Nagia (45), ibu kandung korban Noval tante dari Danis mengatakan, kronologi ini bermula kedua korban lagi jalan-jalan sama pamamnya di halaman rumah. Tiba-tiba truk milik PT Berlian ini datang dari arah timur ke barat. Sebelum menabrak kedua bocah, truk ini lebih dulu menabrak pohon dan mobil, setelah itu menabrak kedua bocah tersebut (26/10).
“Keduanya terlindas kakinya hingga harus diamputasi. Kini Danis dan Noval masing-masing kehilangan kaki bagian kanan,” pungkasnya lirih. (gus/sal)
BAGIKAN

Tinggalkan Balasan