Gus Naf’an, pengasuh Komunitas Pengajian Generasi Cahaya saat pengajian Ngaji Bareng Ramah Lingkungan di Balai Desa Trisulo, Minggu (28/12018). (DUTA.CO/NANANG)

KEDIRI I duta.co — Keberadaan Forum Silahturahmi Sabuk Gunung Kelud, merupakan paguyuban penambang pasir tradisional warga Desa Trisulo Kecamatan Plosoklaten, bekerjasama dengan Komunitas Generasi Cahaya menggelar pengajian bertema Ngaji Bareng Ramah Lingkungan.

Acara yang bertempat di Balai Desa Trisulo, Minggu (28/12018) dihadiri ratusan warga dan tentunya para penambang pasir tradisional merasa terancam dengan keberadaan alat berat.

Sosok Muhammad Naf’an Sholahuddin, akrab disapa Gus Naf’an merupakan pengasuh komunitas Pengajian Generasi Cahaya beralamat di Jl. Raya Wates Kabupaten Kediri, ternyata tidak asing di kalangan warga setempat. Seiring dengan keberadaan forum silahturahmi, diharapkan mampu menjaga kerukunan dan rasa persaudaraan dalam mencari nafkah sehari-hari.

Dalam pengajiannya, Gus Naf’an menyinggung keberadaan eksploitasi galian c yang di luar batas dan mengkuatirkan terjadinya tanah longsor. Belum lagi, melihat kondisi jalan aspal yang dulu dibangun dengan baik, kini sudah tidak terbentuk dan pantas disebut jalan jeglongan sewu.

“Mari bersama kita menjaga bumi, air dan isinya demi masa depan generasi kita. Kita juga harus peduli pada lingkungan dengan mengikuti aturan dalam melakukan usaha penambangan. Mari kita bekerja namun jangan melupakan dampak kerusakan alam dan juga jalan, yang merupakan fasilitas umum,” jelasnya. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry