Ketua Umum Percasi Surabaya Budi Leksono (Bulek) saat membuka Turnamen Catur Piala Wali Kota Surabaya 2026 yang diikuti sekitar seribu pelajar SD dan SMP sebagai upaya menjaring bibit-bibit pecatur muda berbakat.

SURABAYA | duta.co – Semangat olahraga catur di Kota Surabaya kembali bergairah. Ribuan pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti Turnamen Catur Piala Wali Kota Surabaya 2026 yang digelar selama tiga hari sebagai ajang pencarian bibit-bibit pecatur muda berbakat.

Ketua Umum Percasi Surabaya, Budi Leksono atau yang akrab disapa Bulek, mengapresiasi terselenggaranya turnamen tersebut. Menurutnya, kejuaraan ini menjadi momentum penting setelah sempat terjadi kekosongan kompetisi catur usia dini di Surabaya.”Turnamen Piala Wali Kota ini luar biasa. Dulu sempat ada kekosongan. Padahal sebelumnya ada Piala KONI yang menghadirkan beberapa kategori usia. Kini antusiasme peserta sangat tinggi, terutama dari kalangan pelajar SD dan SMP,” ujar Bulek saat pembukaan turnamen.

Ia mengungkapkan, sekitar 70 persen peserta yang mendaftar berasal dari kalangan pelajar SD. Hal itu menunjukkan minat generasi muda terhadap olahraga catur masih sangat besar.”Ada greget, ada niat, dan kemauan yang luar biasa dari anak-anak sekolah untuk bermain catur. Bahkan para orang tua juga sangat antusias mendukung putra-putrinya mengikuti kejuaraan ini,” katanya Senin,(23/6/2026).

Turnamen yang mengusung slogan”Pemula Pun Bisa Jadi Juara, Mulai Langkah Pertamamu di Turnamen Catur Piala Wali Kota Surabaya”tersebut diikuti sekitar seribu peserta dari berbagai kecamatan di Surabaya.

Untuk mengakomodasi jumlah peserta yang besar, pertandingan dibagi menjadi tiga hari pelaksanaan, yakni 22 hingga 24 Juni 2026. Setiap hari mempertandingkan peserta dari lima kecamatan secara bergantian.”Ini pengalaman baru bagi kami. Dengan jumlah peserta mencapai seribu orang, pertandingan dibagi selama tiga hari. Nanti hasil dari masing-masing kecamatan akan diseleksi lagi untuk pembinaan lebih lanjut,” jelasnya.

Bulek menegaskan bahwa salah satu tujuan utama kejuaraan ini adalah mencari dan menjaring bibit-bibit pecatur muda yang nantinya dapat mengharumkan nama Kota Surabaya di tingkat regional maupun nasional.”Surabaya ini terkenal dengan semangat wani juara. Karena itu kami terus berupaya mencari bibit-bibit baru yang bisa berkembang menjadi atlet berprestasi,” tegasnya.

Menurutnya, catur bukan hanya olahraga yang murah dan mudah dimainkan masyarakat, tetapi juga memiliki manfaat besar dalam meningkatkan kecerdasan, konsentrasi, serta kemampuan berpikir strategis anak-anak.”Catur adalah olahraga yang membuat kita berpikir lebih cerdas. Selain itu, olahraga ini sangat dekat dengan masyarakat dan bisa dimainkan di mana saja,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bulek berharap para atlet muda yang nantinya berprestasi dapat terus dibina dan mendapat perhatian yang lebih baik sehingga tidak berpindah membela daerah lain.”Jawa Timur, khususnya Surabaya, selama ini menjadi barometer catur. Harapan kami, atlet-atlet yang lahir dari pembinaan ini tetap membela Surabaya dan bersama-sama membesarkan kota ini melalui prestasi olahraga,” ujarnya.

Melalui Turnamen Catur Piala Wali Kota Surabaya 2026, Percasi Surabaya optimistis akan lahir generasi baru pecatur yang mampu meneruskan tradisi prestasi Kota Pahlawan sekaligus memperkuat posisi Surabaya sebagai salah satu pusat pembinaan catur terbaik di Jawa Timur.(gal)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry