SURABAYA | duta.co – Publik merasa terkejut setelah mendengar pengakuan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali terkait isu radikalisme di 15 kecamatan dan temuan bunker senjata di bawah masjid. Tak terkecuali aktivis Pemuda Muhammadiyah yang menilai hasil temuan Bupati Sidoarjo tersebut harus ditindaklanjuti oleh aparat hukum, yakni kepolisian.

Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo Adit Hananta Utama menegaskan, temuan itu sangat penting agar direspon sesuai peraturan dan hukum yang berlaku. Khususnya terhadap temuan bunker senjata di salah satu masjid di Kecamatan Sedati.

“Apa yang disampaikan Bupati Sidoarjo tentu bukan omong kosong. Kami yakin fakta itu benar-benar ada. Karena itu, temuan bunker senjata itu harus diungkap dan diproses hukum. Jika tidak, narasi itu justru akan menjadi fitnah bagi umat Islam,” ujar Adit, Selasa (15/2/2022), di Surabaya.

Lebih lanjut terkait ancaman radikalisme di 15 kecamatan di Sidoarjo, Adit juga berharap pemerintah membuka ruang bersama ormas-ormas Islam untuk mengoptimalkan upaya deradikalisasi. Sebab, pemerintah tidak akan sanggup menjalankan tugas deradikalisasi itu hanya menggunakan instrumen pemerintahan saja. “Ada Muhammadiyah, NU, LDII, dan ormas-ormas lain yang dapat diajak bersinergi mengoptimalkan deradikalisasi,” ujar Adit.

Terkait temuan ancaman radikalisme dan bunker senjata di Sidoarjo, Adit mengapresiasi langkah Bupati Sidoarjo yang telah mendeteksinya sejak dini. Maka, berikutnya yang perlu dilakukan adalah tindaklanjutnya. “Pemerintah sudah memiliki format terkait moderasi beragama. Jika format itu bisa dilaksanakan bersama-sama saya yakin hasilnya akan lebih maksimal. Jangan cuma dijadikan modul bahkan proyek sosialisasi,” tegas Adit.

Sebelumbya, viral video Bupati Sidoarjo menyatakan ada 15 Kecamatan di Sidoarjo, yang terafiliasi paham radikalisme, atau dimasuki paham radikal. Dalam video itu juga disebutkan ada salah satu Masjid di wilayah Kecamatan Sedati yang di bawahnya menjadi tempat penyimpanan senjata atau bunker.

Video yang diunggah kanal YouTube TV9 official itu, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali memberikan pidato pada kegiatan pelantikan pengurus cabang Nahdlatul Ulama Wonoayu pada Minggu 6 Februari lalu.

Muhdlor mengatakan telah mendapat data akurat bahwa ada lima belas Kecamatan di wilayahnya telah terafiliasi paham radikalisme. “Datanya akurat. Bahkan, ada Perumahan X dan ada bangunan Masjid, di bawahnya ada bunker untuk penyimpanan senjata,” terangnya dalam video yang beredar. Zal

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry