Gigih saat memotret produk UKM agar bisa terlihat bagus di mata konsumen. DUTA/ist

Hasil Mengikuti Program Hardskill dan Softskill Millenial Job Center Jawa Timur

SURABAYA | duta.co –  Sekumpulan anak muda di Kabupaten Malang membuat rumah kreatif bernama CreativesIDEA. Tempat ini diharapkan bisa membantu anak-anak muda sepertinya agar bisa berkarya dan mengembangkan ide-ide kreatifnya.

Salah satu yang terlibat dalam pembuatan CreativesIDEA itu adalah Ramadhani Gigih Eko Januardhi. Pemuda 23 tahun asal Desa Turen Malang Selatan itu memang penuh talenta khususnya di bidang fotografi.

Bakatnya itu awalnya ditemukan oleh Millenial Job Center (MJC) Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Saat bergabung di MJC  Gigih mengikuti beberapa program hard skill tentang fotografi dan soft skill seperti bagaimana cara untuk bargaining dengan calon klien.

Dengan cara itu Gigih punya kesempatan berkolaborasi dan bekerjasama dengan para talenta-talenta muda lainnya untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Kabupaten Malang melalui East Java Super Coridor (EJSC) Kabupaten Malang.

Selepas meng-upgrade kemampuannya, ia menerima beberapa proyek bersama dengan beberapa pelaku usaha kecil menengah (UKM). Kolaborasinya pertamanya di MJC adalah sebuah proyek bersama Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, untuk foto produk dan desain produk cemilan McCheese dan produk kopi bubuk Khayangan.

Keduanya adalah produk UKM dari Kabupaten Malang yang berpotensi besar untuk berkembang, namun terkendala beberapa hal dalam pemasarannya, seperti tampilan foto produk yang kurang bisa meningkatkan penjualan.

Selain memberikan pendampingan dan pelatihan untuk foto produk, D1 Desain Grafis di Sekolah Tinggi Teknik Malang ini juga mengarjakan desain produk dan video produk yang bisa digunakan pemilik produk untuk profil produk dan menambah nilai jual produk itu sendiri.

Setelah mengikuti beberapa proyek bareng para pelaku UKM, Gigih melihat para UKM sangat terbuka terhadap ide-ide pengembangan produk, dari mulai diskusi konsep yang diinginkan, proses produksi, sampai kebutuhan foto produknya.

“Hal ini penting dalam proses kolaborasi, untuk saya sebagai talent dan pelaku UKM, karena foto produk sangat berpengaruh pada nilai jual,” ungkapnya.

Dengan foto produk yang menarik, secara otomatis akan menarik konsumen untuk membeli produk UKM. Menurutnya, Selain akan memiliki nilai yang baik, penting juga untuk menjaga ekspektasi konsumen agar tak kecewa pada produk UKM.

Selama project hampir tak ada kendala, hanya saja ada tantangan sebagai fotografer produk dihadapi pemuda Turen ini, di antaranya menterjemahkan konsep yang diinginkan klien ke dalam sebuah gambar. Tapi ini bagian dari komunikasi talent dan klien.

Saat ini, Gigih juga masih sering mendapatkan tawaran-tawaran fotografi. Fokus mendalami profesinya sebagai fotografer dan videografer. Hobinya pada fotografi dimulai saat masih SMK, saat motret baru pakai kamera HP.

 Dirinya juga sempet mengikuti beberapa komunitas fotografi, di antaranya Xiaomi Photography Indonesia Regional Malang.  Setelah lama menggunakan kamera HP, masuk kuliah, ia  pindah ke kamera DSLR, kamera inilah yang dipakainya menerima project sampai sekarang.

Penyuka genre foto landscape, portrait, produk, dan food fotografi ini mengaku tertarik fotografi, karena dengan foto ia bisa menceritakan apa yang tak bisa diceritakan melalui ucapan. Fotografi baginya berarti melukis dengan cahanya sebagai media untuk bercerita.

Gigih bersyukur belum pernah ada komen negatif, kritikan buatnya adalah masukan untuk karyanya lebih baik. Justru beberapa meng apresiasi karya-karya portrait miliknya. Mimpinya sebagai fotografer dan videografer, Ramadhani Gigih Eko Januardhi, talent MJC asal Kabupaten Malang ini ingin punya sebuah studio foto sendiri dengan memiliki perusahaan PH (Production House) sendiri. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry