Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa serta perwakilan anggota DPRD Jatim bersama para siswa penerima bantuan.

‎SURABAYA | ‪duta.co‬ – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan Program Bantuan Biaya Pendidikan bagi Peserta Didik Prasejahtera Tahun 2025 untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB.

‎Program ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah, mencegah pernikahan usia anak, serta memastikan pemenuhan wajib belajar 12 tahun secara lebih merata hingga ke wilayah terpencil.

‎“Tolong  digunakan sebaik-baiknya karena uang ini uang amanah supaya anak-anak tidak putus sekolah,” ujarnya dalam keterangan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/12/2025).

‎Khofifah juga berpesan kepada para orang tua agar terus mendampingi serta memotivasi putra-putrinya. Sementara kepada para siswa penerima bantuan, ia mengajak agar memanfaatkan kesempatan ini untuk menata masa depan yang lebih baik.

‎“Para orang tua, tolong terus dorong semangat putra-putrinya agar mereka membangun cita-cita, terus sekolah, kuliah, dan sukses dengan keberkahan,” pesan Khofifah.

‎Ia berharap program ini benar-benar meringankan beban keluarga prasejahtera, khususnya di desil 1 dan 2, sehingga anak-anak dapat fokus belajar. Menurutnya, keberhasilan program pendidikan membutuhkan sinergi seluruh pihak sekolah, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat.

‎“Saya mengajak seluruh elemen untuk bersinergi agar program ini berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

‎Khofifah menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur tahun 2025 tercatat sebesar 76,13 atau kategori tinggi. Angka tersebut meningkat 0,78 poin dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 75,35 atau tumbuh 1,04 persen.

‎“Capaian ini hasil kerja keras bersama. Namun agar angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS) terus meningkat, kita harus fokus pada pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak di Jawa Timur,” tuturnya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa sasaran penerima bantuan adalah siswa SMA, SMK, dan SLB kelas X hingga XII dari keluarga kurang mampu di desil 1 dan 2. Setiap peserta didik menerima bantuan sebesar Rp1 juta.

‎“Jumlah penerima tunjangan meliputi 11.362 siswa SMA, 24.339 siswa SMK, dan 12.376 siswa SLB,” paparnya.

‎Dana bantuan akan disalurkan melalui virtual account masing-masing siswa dan dapat digunakan untuk kebutuhan pendidikan, seperti seragam, buku, alat tulis, sepatu, paket data, serta biaya transportasi ke sekolah.

‎Aries menegaskan bahwa terdapat aturan pembatalan bantuan apabila peserta didik meninggal dunia, putus sekolah, terlibat tindak kriminal, atau menikah di usia dini.

‎“Program ini merupakan bukti kehadiran Pemerintah Provinsi Jatim untuk memastikan bahwa kemiskinan tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak dalam meraih masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

‎Sebagai informasi, total sasaran penerima bantuan pendidikan tahun 2025 mencapai 48.077 peserta didik dengan total anggaran Rp48,077 miliar. (rud)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry