REFLEKSI : Wali Kota Malang Drs H Sutiaji bersama Wakil Wali Kota Malang dan Sekertaris daerah kota Malang ketika menggelar acara Refleksi Kinerja 2018. (duta.co/dedik ahmad)

MALANG | duta.co -Berbagai terobosan dan gagasan cemerlang telah digulirkan Pemerintah kota (Pemkot) Malang dibawah kepemimpinan Walikota Sutiaji dan Wakilnya Sofyan Edi. Diantara yang fenomenal adalah lelang kinerja yang hingga akan dijadikan rujukan oleh Presiden untuk diadopsi dalam skala nasional.

Lelang kinerja sendiri digagas oleh Walikota Malang Drs H Sutiaji yang memberikan ‘tantangan’ bagi kepala dinas di kota Malang untuk menunjukkan capaian kerja. Dimana tiap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diberikan penawaran target kerja yang distimulan dengan pemberian hukuman bagi yang tidak memenuhi target, dan penghargaan bagi yang bisa memenuhi beban kerja.

“Lelang Kinerja ini yang kami gagas kabarnya sudah disampaikan oleh orang-orang dekat Presiden, dan kabarnya pula akan dijadikan projek percontohan untuk dikembangkan secara nasional,” ungkapnya.

Hal diatas disampaikan oleh Pak Ji-panggilan keseharian Sutiaji di acara Refleksi Akhir Tahun 2018, yang juga sebagai Malam Puncak 99 Hari Kerja Walikota dan Walikota Malang Masa Kerja 2018 sampai dengan 2023, di Suit Ijen, Ahad (30/12/2018) yang dihadiri seluruh Kepala OPD, anggota DPRD kota Malang, berbagai elemen dan perwakilan masyarakat.

Pihak Pemkot Malang sendiri mengambil angka 99 hari masa kerja yang diadopsi dari jumlah Asmaul Husna. Dengan angka spesial 99 tersebut, diharapkan akan mendapat segala keberkahan dalam setiap langkah pembangunan di kota pendidikan ini.

Hal lain yang digagas Pemkot Malang ialah penanaman pendidikan karakter yang digulirkan 2 tahun penuh pada anak kelas 1 dan 2 SD. Guna maksud tersebut, program anak belajar baca tulis dan hitung (Calistung) akan ditiadakan.

“Di Amerika, penanaman karakter sampai kelas 4 SD. Hasilnya luar biasa, anak menjadi malu untuk berbohong dan bertindak curang. Karena persoalan bangsa ini yang sesungguhnya adalah kejujuran yang sudah terabaikan,” urai Sutiaji.

Selain lelang kinerja dan penghapusan Calistung, ternyata Pemkot Malang juga menelorkan ide cemerlang untuk peraturan daerah (Perda) mengenai pembagian tugas dan kewenangan Walikota dan Wakil Walikota. Wakil Walikota bukan sebagai pelengkap, tapi benar-benar pembagian tugas yang jelas. Dalam 99 hari kerja Sutiaji dan Sofyan Edi, Wakil Walikota Malang diberi tugas untuk bidang penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemkot Malang juga mencari solusi masalah kemacetan yang melanda hampir seluruh ruas jalan utama. Rencananya akan dibangun terminal argo, truk dan bus serta kendaraan berat dilarang masuk pusat kota, yang nantinya akan diurai menjadi mobil kecil. Termasuk juga memberdayakan papan reklame yang difungsikan pula untuk menginformasikan titik-titik kemacetan, dan kondisi parkir di beberapa Mall yang sudah penuh.

“Untuk mengatasi kemacetan yang semakin parah, kami sudah siapkan 19 Miliar untuk pembebasan lahan guna pelebaran jalan,” ujar Pak Ji.

Di acara refleksi akhir tahun 2018 ini, Walikota Malang berharap, apapun yang kemarin berbuah keburukan supaya dijadikan guru.  Ia mengajak,

“Dipenghujung 2018 dijadikan instropeksi diri untuk menjadikan kedepan agar menjadi kota yang lebih baik lagi.” tutupnya. (dah)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.