
LAMONGAN | duta.co – Pemerintah Kabupaten Lamongan berhasil melakukan mitigasi kekeringan pada Musim Tanam (MT) II 2026. Upaya tersebut didukung pengelolaan sumber daya air dan pembangunan infrastruktur pengairan secara berkelanjutan untuk memastikan ketersediaan air bagi sektor pertanian.
Keberhasilan tersebut disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menghadiri tasyakuran dan awarding di Gedung Graha Tirta Jaya Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Lamongan, Selasa (1/9/2026).
Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu mengapresiasi seluruh jajaran yang telah berkontribusi menjaga ketersediaan air, khususnya dalam menghadapi ancaman kekeringan pada MT II.
“Alhamdulillah, kekeringan di Lamongan pada MT II bisa kita atasi dengan baik. Ini tentu berkat kerja bersama dan dukungan infrastruktur pengairan yang terus kita bangun,” tutur Pak Yes.
Menurutnya, ketersediaan infrastruktur sumber daya air menjadi bagian penting dalam mempertahankan swasembada pangan Lamongan. Terlebih, sektor pertanian memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah, dengan lebih dari 30 persen PDRB Lamongan ditunjang sektor tersebut.
Berdasarkan data Dinas SDABK Lamongan, ketersediaan air baku hingga Agustus 2026 mencapai 504.101,48 meter kubik. Sementara 44 waduk dan rawa di Kabupaten Lamongan memiliki total volume tampungan mencapai 116.381.954 meter kubik.
Dari jumlah tersebut, sekitar 80,4 juta meter kubik atau 70 persen telah terpakai. Sedangkan volume yang masih tersedia mencapai sekitar 35,9 juta meter kubik atau 30 persen.
Ketersediaan air tersebut mendukung berbagai sektor, terutama pertanian. Areal tanaman yang menjadi sasaran pengelolaan air meliputi 19.059 hektare tanaman padi, terdiri dari 16.021 hektare pada MT II dan 3.038 hektare pada MT III. Selain itu, terdapat 5.314 hektare tanaman polowijo serta 185 hektare tambak.
Khusus kebutuhan air baku di wilayah Bengawan Jero, suplai diperoleh dari long storage Bengawan Solo. Berdasarkan kondisi ketersediaan air, kebutuhan irigasi pada seluruh Daerah Irigasi (DI) di Lamongan secara umum masih relatif mencukupi untuk mendukung tanaman padi, polowijo dan tambak.
Pemkab Lamongan juga akan terus memperkuat mitigasi kekeringan melalui pembangunan dan revitalisasi infrastruktur sumber daya air. Di antaranya pembangunan embung, revitalisasi waduk hingga pengembangan biopori sebagai bagian dari upaya konservasi air.
Namun, Pak Yes meminta target kerja terus dipertajam. Penanganan kekeringan di wilayah Sarirejo dan Tikung, menurutnya, masih bersifat penyelesaian sementara.
“Pengelolaan air secara berkelanjutan akan terus diperkuat agar kebutuhan masyarakat dan pertanian dapat terlayani secara optimal,” ujarnya.
Kepala Dinas SDABK Lamongan Erwin Sulistya Pambudi mengatakan, pengelolaan sumber daya air menjadi bagian strategis dalam mendukung target pembangunan daerah, khususnya penguatan ketahanan pangan.
Menurut Erwin, terdapat dua tantangan utama dalam pengelolaan sumber daya air, yakni bagaimana mengelola air saat musim hujan sekaligus memastikan ketersediaannya ketika musim kemarau.
Strategi mitigasi kekeringan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor bersama BBWS Bengawan Solo, Perum Jasa Tirta dan PU SDA Provinsi. Upaya tersebut juga dilakukan melalui pemeliharaan sluis di sepanjang Bengawan Solo, normalisasi sungai untuk mendukung long storage air baku irigasi, subsidi silang lintas daerah irigasi serta pengelolaan air bersama juru pengamat dan P3A agar distribusinya tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, UPTD PSDA Karanggeneng memperkenalkan inovasi SMART, sebuah sistem yang dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam pengelolaan air dan infrastruktur.
Masyarakat dapat memanfaatkan fitur pengaduan untuk melaporkan kerusakan maupun bencana, menyampaikan usulan rehabilitasi sungai dan waduk, hingga mengakses pelayanan perizinan baru maupun perpanjangan.
Kegiatan tersebut juga diisi pemberian penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja dan inovasi jajaran Dinas SDABK Lamongan. Sebanyak 13 piagam penghargaan insinyur diberikan kepada kepala dinas, kepala bidang, kepala seksi hingga staf.
Sementara penghargaan Best Innovation diberikan kepada UPTD PSDA Karanggeneng atas inovasi SMART. (dam)






































