Ilustrasi karikatur jumlah pengangguran dan program Bupati Jombang.

JOMBANG | duta.co – Pemerintah Kabupaten Jombang terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Di bawah kepemimpinan Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si., berbagai inovasi di sektor ketenagakerjaan digencarkan melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jombang, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2025 tercatat turun menjadi sekitar 3,23 persen, dibandingkan akhir 2024 yang masih berada di kisaran 3,75 persen. Penurunan ini ditopang oleh meningkatnya serapan tenaga kerja, khususnya di sektor industri manufaktur, terutama industri alas kaki, serta efektivitas program pelatihan dan penempatan kerja yang dijalankan Disnaker.

Meski tren tersebut menunjukkan perbaikan, tantangan ketenagakerjaan di Kota Santri masih cukup nyata. Jumlah penganggur di Jombang masih mencapai puluhan ribu jiwa, dengan dominasi lulusan SLTA yang belum terserap secara optimal ke dunia kerja.

Menjawab tantangan tersebut, pada tahun 2026 Pemkab Jombang melalui Disnaker terus mendorong terobosan dan inovasi berbasis potensi lokal. Salah satunya dengan memperkuat sektor wirausaha dan ekonomi kreatif, termasuk bidang kuliner yang dinilai memiliki daya serap tenaga kerja cukup besar dan berkelanjutan.

Melalui berbagai program pelatihan, sertifikasi, hingga pendampingan usaha, Pemkab Jombang berharap masyarakat tidak hanya siap masuk ke dunia industri, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri. Upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah daerah untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih layak dan berkeadilan.

“Pelatihan kuliner dilaksanakan secara bertahap dan peserta tidak dipungut biaya, karena seluruh pembiayaan ditanggung oleh Pemkab Jombang,” kata Bupati Jombang Warsubi melalui Kepala Disnaker Jombang, Isawan Nanang Risdiyanto, S.Hut., M.Si., Selasa (7/1).

Lebih lanjut, Isawan menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari visi dan misi Bupati Jombang. Karena itu, sepanjang 2026 berbagai pelatihan peningkatan keterampilan, baik di bidang kuliner maupun sektor lainnya, terus digulirkan secara berkelanjutan.

“Upaya menekan kemiskinan dan pengangguran ini dilakukan dengan bersinergi bersama instansi lain, dunia usaha, dan masyarakat. Pemkab Jombang optimistis angka pengangguran dapat terus ditekan seiring tumbuhnya kemandirian ekonomi rakyat,” pungkasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat Jombang yang ingin mengetahui informasi pelatihan maupun lowongan pekerjaan agar datang langsung ke kantor Disnaker. Nantinya, masyarakat akan diarahkan sesuai dengan minat dan keterampilan yang dimiliki. (din)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry