Sekretaris Dinkes Kabupaten Blitar, Christine Indrawaty (hendik/duta.co)

BLITAR  | duta.co – Upaya untuk menekan angka persebaran Covid-19 terus di akselerasi oleh pemerintah kabupaten Blitar. Salah satunya adalah kebijakan untuk mengratiskan rapid tes antigen. Kebijakan pemberlakukan gratis rapid ini agar merangsang masyarakat untuk sadar dan memeriksakan diri sebagai skrining awal gejala Covid-19.

Bentuk pelayanan rapid tes antigen gratis kini diberlakukan pada 24 Puskesmas di Kabupaten Blitar.  Kebijakan ini diambil Pemda setempat karena mulai tingginya aktivitas warga setelah Kabupaten Blitar turun ke level 3. Sehingga ada kelonggaran pembatasan aktifitas warga.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Blitar, Christine Indrawaty mengatakan, rapid tes antigen gratis ini sudah mulai sejak Selasa 7 September 2021.

“Kami menilai banyak masyarakat yang butuh rapid antigen untuk memulai aktifitas kembali. Karena kita turun ke level  3 sehingga ada pelonggaran aktivitas. Seperti warga yang mau perjalanan, mahasiswa yang mau balik kuliah, CPNS yang mau ikut tes, pelaku wisata dan lain-lain,” kata Christine.

Christine menambahkan, layanan ini didukung dengan stok reagen atigen yang dimiliki Dinas Kesehatan. Kabupaten Blitar baru saja mendapat bantuan sebanyak 30 ribu reagen atigen dari pemerintah. Selain itu, sisa stok belanja Dinkes Pemkab Blitar sendiri masih sekitar 2500 reagen. Hingga total saat ini Dinkes memiliki 32.500 reagen.

“Sekarang stok tersedia lebih banyak karena kasus baru menurun signifikan sehingga jumlah tracing juga berkurang tidak seperti dulu. Stok ini akan lebih baik jika digunakan untuk membantu masyarakat kita,” imbuhnya.

Kabar baiknya lagi, 24 puskesmas yang tersebar di 22 kecamatan di Kabupaten Blitar tidak memberikan batasan layana  rapid antigen gratis.

Semua puskesmas,  membuka layanan sejak hari Senin sampai Sabtu  pada jam kerja. Rata-rata, layanan gratis diberikan mulai pukul 09.00-11.00 WIB.

Namun ada catatan, layanan ini tidak gratis bagi warga yang belum pernah memeriksakan diri ke puskesmas setempat.

Karena mereka harus mengganti kartu berobat dan kartu rekam medisnya. Biaya penggantian kartu itu hanya Rp 10-15 ribu saja.

“Syaratnya hanya membawa KTP yang menunjukkan sebagai warga kabupaten ya. Layanan rapid antigen gratis ini, khusus untuk warga Kabupaten Blitar saja,” pungkasnya.(hendi)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry