OPERASI PASAR: Bupati Abdullah Azwar Anas saat berdialog dengan pedagang di Pasar Banyuwangi, Senin (23/1) kemarin.(duta.co /jamhari)
OPERASI PASAR: Bupati Abdullah Azwar Anas saat berdialog dengan pedagang di Pasar Banyuwangi, Senin (23/1) kemarin.(duta.co /jamhari)

BANYUWANGI | Duta.co -Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, menggelar operasi pasar di delapan titik dalam upaya menstabilkan harga sejumlah bahan pokok agar terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar  Anas meninjau pelaksanaan operasi pasar bahan pokok di Pasar Banyuwangi untuk memastikan harga yang dijual lebih rendah dengan harga di pasaran, Senin (23/1).

Anas mengunjungi lokasi operasi yang menjual sejumlah bahan pokok kebutuhan rumah tangga yang menggunakan mobil bak terbuka itu. Beragam kebutuhan pokok dijual dalam operasi itu, mulai minyak goreng, gula pasir, beras, hingga cabai rawit.

“Ibu beli cabai juga ya? Harganya di sini lebih murah?” tanya Anas kepada seorang pembeli.

Bupati Anas mengamati satu per satu sembako yang dijual oleh Bulog itu. Misalnya gula dijual Rp 12.200 per kilogram, minyak goreng kemasan 1 liter dijual Rp11.300, beras kemasan 5 kilogram dijual mulai harga Rp43.500 hingga Rp49.500. Selain itu juga dijual cabai rawit dengan harga Rp60 ribu per kilogram.

Anas memaparkan,  Operasi Stabilisasi Harga Pangan (OSHP)ini merupakan kerja sama Pemkab Banyuwangi dan Badan Usaha Logistik (Bulog) Subdivre IX Banyuwangi. Tujuannya untuk menstabilkan harga.

“OSHP ini bisa menjembatani masyarakat yang merasa kemahalan, bisa beli di operasi di sini. Tadi kami sudah cek, seperti harga cabai yang di pasar Rp100.000 per kilogram, di sini Rp60.000 per kilogram. Makanya ayo manfaatkan operasi pasar ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anas juga menyempatkan diri mengecek harga cabai di pedagang yang ada di Pasar Banyuwangi. “Ini satu kilogram berapa harganya?” tanya Bupati Anas kepada salah seorang pedagang.

“Rp100.000 per kilogram, Pak. Tiga hari lalu sempat turun, tapi sekarang sudah kembali Rp100.000 per kilogram,” ucap Misriyah, salah seorang pedagang, menjawab pertanyaan Anas.

Anas mengatakan, fenomena harga cabai di satu sisi memang menguntungkan petani, namun di sisi lain memberatkan konsumen. Cabai dari Banyuwangi sendiri telah banyak dikirim ke daerah lain.

“Jadi operasi pasar yang dilakukan bersama Bulog ini sebagai upaya untuk menjembatani konsumen yang mungkin terasa berat dengan kenaikan harga. Pemkab Banyuwangi juga telah memfasilitasi nadan usaha milik desa (bumdes) untuk bersinergi dengan Bulog dalam hal penyediaan pangan di desa untuk menekan harga. Sudah ada delapan bumdes yang bersinergi dengan Bulog,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Subdrive Wilayah IX, Banyuwangi, Guna Dharma Nugrahwan menambahkan operasi ini digelar untuk menstabilkan harga bahan pokok, yang digelar mulai 20 Desember 2016 dan akan terus berlangsung sampai harga stabil.

Sejak digelar, lanjut dia, Bulog mampu menjual beras premiun sebanyak 150 ton dan cabai 1,7 ton. “Alhamdulillah, kami masih dapat pasokan dari petani lokal Banyuwangi setiap harinya, baik untuk beras maupun cabai,” kata Dharma. jam

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry