Oleh Prof Dr Moh Mukhrojin, MSi*

HJ KHOFIFAH Indar Parawansa, dikenal sebagai sosok pemimpin (gubernur) perempuan pertama di Jawa Timur (Jatim). Ia memiliki gaya tersendiri dalam kepemimpinannya sebagai Gubernur Jatim. Ia dikenal sangat peduli masyarakat kecil, khususnya anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Hampir setiap pertemuan, terdengar lirih suara para pengasuh panti asuhan yatim piatu, menyampaikan hal itu.

Luar biasa! Jarang kita mendengar pujian serta kerinduan (justru) saat dia tidak berada di sampingnya. Maklum, dalam berbagai kegiatan pemerintahan maupun sosial, beliau sering menghadirkan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian moral dan kemanusiaan yang nyata.

Dia telah menorehkan kepemimpinan yang serba peduli. Soal ekonomi, misalnya, ia telah menunjukkan pembangunan tidak hanya soal infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana pemerintah hadir memberi perhatian kepada mereka yang membutuhkan kasih sayang dan perlindungan. Sikap tersebut menjadi teladan bahwa pemimpin harus memiliki hati yang dekat dengan rakyat kecil. Banyak orang mengaitkan dengan posisinya sebagai orang pertama di Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).

Selain kepedulian sosial, Ibu Khofifah juga memberikan perhatian besar terhadap pengembangan pertanian varietas unggul di Jawa Timur. Dia sangat lincah bicara prospek (masa depan) Pak Tani. Potensi pertanian daerah didorong agar mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan buah unggulan seperti durian yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi potensi besar bagi daerah-daerah di Jawa Timur.

Dorongan terhadap pertanian varietas unggul, ini menjadi langkah penting untuk membangun kemandirian ekonomi daerah sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat desa dan petani lokal. Kepedulian terhadap sektor pertanian ini menunjukkan bahwa beliau tidak hanya memikirkan pembangunan kota, tetapi juga kemajuan masyarakat pedesaan.

Dalam kepemimpinannya, warga Jawa Timur menerima banyak ‘berkah’. Alhamdulillah. Bukan hanya soal pendapatan sawah (petani) yang terus meroket, tetapi, juga kebun-kebun bergerak maju. Saat ini, Jawa Timur menjadi lumbung tebu terbesar yang menyumbang hampir 50% produksi nasional, dengan luas lahan mencapai 227.000 hektar. Selain tebu, komoditas unggulan sektor perkebunan provinsi ini mencakup kopi, kakao, tembakau, kelapa, dan cengkeh, yang pusat pengelolaannya berada di bawah naungan Dinas Perkebunan Jawa Timur. Subhanallah!

Semoga, dalam usia ke-61 tahun ini, Ibu Khofifah terus diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam memimpin Jawa Timur. Provinsi ini menjadi maju, sejahtera, peduli terhadap anak yatim, serta unggul dalam sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan. Amin ya robbalalamin. (*)

*Prof Dr Moh Mukhrojin, MSi adalah Ketua Umum MUI, Sukolilo, Surabaya.

 

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry