SURABAYA | duta.co – Dosen Universitas Pelita Harapan (UPH) Surabaya mendorong mahasiswanya tidak golput dalam pemilu serentak 2019. Seluruh mahasiswa harus menggunakan hak pilih sebagai partisipasi dalam pesta demokrasi.

Dosen UPH Surabaya Agustin Widjiastuti mendorong mahasiswanya datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mencoblos. Dengan berpartisipasi dalam pemilu dengan menggunakan hak pilihnya akan membuat negara kuat.

“Dilarang golput, saudara (mahasiswa) tidak akan membuat negara kuat. Sebab, pemilih berdaulat negara kuat, hal ini berlaku bila pemilik suara mencoblos,” ujarnya dalam seminar bertajuk ‘Sukseskan dan Tingkatkan Partisipasi dalam Pemilu 2019’ kerjasama antara LPPM UPH Surabaya dengan Forum Masyarakat Cinta Damai (Formacida) Jawa Timur, di UPH Surabaya, Jumat (30/11).

Menurutnya, angka golput cukup tinggi. Hal ini karena disebabkan oleh beberapa hal, golput terjadi karena kecewa terhadap pemerintah, pemilihan tidak akan mengubah sistem politik dan kekuasaan, dan masyarakat sudah cukup puas dengan kinerja pemerintah.

Agustin menerangkan, golput berdampak terhadap kurangnya legitimasi kekuasaan. Selain itu, golput bisa mengurangi nilai-nilai demokrasi dan kontrol rakyat terhadap kekuasan dan negara tidak efektif.

“Dalam demokrasi pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, maka rakyat harus menentukan pemimpinnya dengan cara mencobloa,” tandasnya.

Koordiv Penindakan Pelanggaran Bawaslu Surabaya Usman menjelaskan, pemilu serentak 2019 diselenggarakan pada 17 April. Pemilu serentak dilaksanakan bertujuan salah satunya untuk efisiensi anggaran.

Usman mengatakan, dalam pemilu 2019 nanti ada lima surat suara. Kelima kertas suara itu meliputi pemilihan presiden dan wakilnya, DPD, DRPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

“Surat suara lima nanti, saya khawatir (golput), empat saja tidak menggunakan suaranya apalagi 5,” ujarnya.

Meski begitu, Usman mengajak mahasiswa UPH untuk tidak golput. Bahkan mendorong agar mahasiswa juga mengajak saudara dan teman-temannya untuk ikut berpartisipasi dalam pemilu 2019 akan datang.

“Tapi ayolah generasi muda penerus bangsa menjadi pemilih yang baik, ajaklah teman dan saudara ikut mencoblos,” serunya.

Basilissa Soerawardani yang menjadi pembicara dalam seminar ini membahas partisipasi kaum muda dalam pemilu. Menurutnya, pemilu berkaitan erat dengan politik. “Pemilu tidak bisa dipisahkan dengan politik,” jelasnya.

Sebab, lanjutnya, politik merupakan sebuah usaha untuk mengelola dan menata sistem pemerintahan untuk mewujudkan kepentingan atau cita-cita dari suatu negara. Karena itu, sebagai rakyat, harus bisa ikut menentukan politik dan pemilu di Indonesia.

“Cari tahu tentang calon yang mau dicoblos, dan jangan biarkan orang lain menentukan pilihan kalian,” tukasnya. azi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.