TRENGGALEK | duta.co — Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan secara lugas, bahwa masyarakat saat ini semakin kritis dalam memilih pemimpin.

Menurut Emil yang juga Bupati Kabupaten Trenggalek ini, masyarakat tidak sekedar melihat program yang disampaikan passangan calon ke depan. Karena visi dan misi masih janji, namun rekam jejak adalah bukti nyata dari sebuah pengabdian.

“Mereka (pemilih) melihat rekam jejak program. Jadi mereka melihat kemarin ngapain saja dan telah berbuat apa untuk masyarakat Jawa Timur, ” kata Emil Dardak usai acara di Wagir bersama ratusan warga,  Minggu (15/04/2018).

Emil Dardak yang dipercaya Gubernur Jawa Timur Soekarwo melanjutkan program Jatimnomic ini menuturkan, bahwa saat menyusun program kerja yang dikampanyekannya, dirinya bertumpu pada berbagai program Pemerintah Provinsi Jatim yang dikepalai Gubernur Soekarwo (Pakde Karwo).

“Baik tingkat keberhasilan, efek positif pada masyarakat serta yang terpenting evaluasi dari program itu. Mana yang kurang dan belum maksimal. Ini yang kami jadikan program. Kita sangat detail menganalisa agar program tepat sasaran,” tutur ahli pengembangan kawasan ini.

Penggagas pelabuhan perintis selatan Jawa ini juga mencontohkan adanya  program Jalin Matra maupun Program Keluarga Harapan (PKH) yang dinilainya berhasil meski masih ada lansia dan disabilitas yang belum tercover sepenuhnya. Walaupun demikian, lubang-lubang ini akan ditutup, dipertebal dan disempurnakan di masa depan oleh pasangan Khofifah-Emil.

Lebih lanjut Emil menambahkan ada beberapa persoalan serius yang harus dibenahi ke depan,  tapi luput dari perhatian paslon lain. Misalnya,  program pelayanan terpadu satu atap bagi persoalan pekerja migran. Program tersebut sebenarnya telah berjalan di Surabaya dan Tulungagung, namun tidak dijadikan program lanjutan oleh rivalnya.

“Tak hanya itu, bahkan ketika ditanya soal kemiskinan paslon lain justru menjawab  hanya kapasitasnya hanya wakil,  itu wewenang gubernur. Ini kan akhirnya prestasi lebih banyak di gubernurnya, dan secara otomatis masyarakat sudah diberikan konfirmasi sendiri oleh paslon lain bahwa  tidak bisa mengklaim semua prestasi dari Jawa timur ini adalah prestasi bersama,” katanya.

Emil yang baru saja mendapatkan penghargaan Indonesia Visionary Leader kategori Best in Unlocking Local Potentiality ini menjelaskan bahwa masih ada ruang yang serius dan harus dibenahi agar ke de pannya persoalan seperti kemiskinan pedesaan, partisipasi sekolah yang relatif rendah terutama untuk perempuan, dan infrastruktur dasar, dapat teratasi.

“Disini diperlukan percepatan-percepatan yang harus dilakukan dan harus menjadi solusi yang benar-benar membangun pemberdayaan masyarakat,” ungkap Emil. (zal)

Tinggalkan Balasan