
Muhammad Thamrin Hidayat
Dosen PG PAUD, FKIP
AKHIR akhir ini guru diharapkan atau boleh penulis katakan “diharuskan” bila membuat soal ujian formatif atau sumatif harus pada tingkatan C4, yaitu soal yang HOTs (higher order thinking skill).
Hal ini berlaku pada siswa pada tingkatan rendah, sedang, lebih-lebih kelas tinggi semua harus HOTs. Apa sebenarnya yang menjadi pemikiran Benjamin Bloom membagi ranah kognitif menjadi C1 hingga C6?
Taksonomi Bloom merupakan kerangka kerja hierarkis yang mengklassifikasikan tujuan pembelajaran berdasarkan kompleksitas kognitif, dari yang paling sederhana hingga yang kompleks. Dengan adanya petunjuk ini para pendidik dalam merancang pengalaman belajar yang efektif dan terstruktur serta menilai pemahaman siswa secara sistematis.
Pada jenjang C1 ini menekankan pada kemampuan dalam mengingat kembali materi yang telah dipelajari, antara lain pengetahuan tetang istillah, fakta khusus. Kata kerja oprasional yang digunakan pada jenjang C1 ini diantaranya mengutip, menyebutkan, menjelaskan, menggambarkan, menandai, menghafal, meniru, mencatat, mengulang, memreproduksi, meninjau, memilih, menyatakan, mempelajari, memberi kode, menelusuri, dan menulis.
Pada tingkatan C2 kata kerjanya misalnya: memahami, menjelaskan ide tentang konsep, kemampuan mengubah simbol kebentuk yang lain (translasi), kemampuan menjelaskan materi (interprestasi) dan kemampuan memperluas arti (ekstrapolasi).
Pada tingkatan C3 adalah menerapkan konsep misalnya menggunakan informasi dalam situasi baru. Pada jenjang C4 adalah sudah lebih tinggi cara berfikirnya yaitu menganalisis, misalnya menganalisis motif dalam sebuah cerita atau menganalisis elemen atau unsur, menganalisis hubungan yang lain misalnya menganalisis prinsip-prinsip organisasi.
Pada jenjang C5 merupakan kemampuan sintesis. Disini siswa diharapkan memiliki kemampuan memproduksi dan mengkombinasikan elemen-elemen untuk membentuk struktur yang unik. Kata kerja oprasionilnya di antaranya mengkatagorikan, mengarang, mengkombinasikan, menciptakan, mengkreasikan.
Masih banyak kata oprasinionil pada C5 ini. Untuk C6 adalah mengevaluasi berdasarkan bukti internal maupun bukti eksternal. Kata kerja oprasionilnya misalnya membandingkan, mengkritik, mengarahkan, menimbang, memutuskan, dan masih banyak kata kerja oprasional pada C6 ini.
Pada 2021 ada revisi pada taksonomi B. Bloom oleh Krathwahl dan Anderson (2015), para ahli kognitivisme hasil belajar menjadi 3 ranah yaitu kognitif, psikomotor dan afektif. Di mana dalam dimensi kognitif berisikan enam katagori yaitu: Mengingat (C1), Memahami (C2), Mengaplikasikan (C3), Menganalisis (C4), Mengevaluasi (C5), dan Mencipta (C6). Sedangkan pemikiran B. Bloom hanya memiliki dua dimensi yaitu proses kognitif dan pengetahuan.
Kalau kita lihat jenjang-jenjang ini dari yang sangat sederhana misalnya hanya menyebutkan, menunjukkan, namun untuk siswa seharusnya memang harus melalui C1 dulu sampai pada jenjang C6 secara berurutan sesuai dengan hierarkinya, yaitu siswa diharapkan dapat mengevaluasi apa yang ia temui.
Mengapa demikian? Kalau mereka tidak mengetahui, memahami dan hafal tentang apa yang mereka pelajari mana mungkin mereka dapat mengevaluasi apa yang mereka hadapi. Oleh sebab itu sebaiknya guru daalam proses belajar siswa harus melalui jenjang yang terendah dahulu yaitu C1 dimana kata kerja oprasinalnya diantaranya mengetahui, menghafal, kemudian kejenjang yang lebih tinggi. Kenaikan kejenjang lebih tinggi harus dilalui dengan catatan setiap jenjang harus berhasil dengan baik. Dengan demikian keberhasilan ke jenjang C4, C5 dan C6 soal HOTs dapat tercapai dengan sempurna.
Tidak perlu terburu-buru langkah langsung ke C4, pembelajar belum mengenal apa yang akan dipelajari kok langsung menganalisis atau mencipta. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi diri penulis dan juga pada para guru di lapangan. Aamiin Yaa Robb. *