Foto ini menjadi viral dari grup ke grup. (FT/WARTAKOTA)

SURABAYA | duta.co – Sejumlah pengguna media sosial mulai jengkel. Ini setelah mereka menyaksikan pengibaran bendera HTI ((Hizbut Tahrir Indonesia) dan sepanduk kampanye khilafah masih berdiri tegak di gebyar Reuni 212 yang dihadiri kader-kader HTI di Lapangan Monas, Sabtu (2/12/2017).

Lebih jengkel lagi, sejumlah netizen mengaku menemukan foto-foto kampanye khilafah bahkan pengibaran bendera HTI di atas Merah Putih. “Pemerintah pembohong. Buktinya gerakan khilafah HTI berjalan mulus. Kampanye khilafah juga aman-aman saja. Bahkan bendera HTI berada di atas bendera Merah Putih. Jadi, pemerintah pembohong, tidak berani bertindak tegas,” gerutu salah satu netizen dari Yogjakarta, yang terpantau duta.co, Kamis (07/12/2017).

Ada juga netizen yang bercerita, bahwa, Beberapa minggu lalu dirinya mengikuti dua acara yang diprakarsai Kementerian Pertahanan di Yogyakarya dan Bali dengan tajuk Bela Negara. Temanya mentereng, bagus. Kenapa Bela Negara? Selain sebagai tindak lanjut atas dibubarkannya HTI, juga karena pemerintah mulai khawatir akan berkembangnya paham radikalisme yang mengusung khilafah.

Tapi, lagi-lagi “Ternyata pemerintah bohong besar, melakukan semua itu hanya karena politik belaka. Terbukti, pada acara reuni 212 kemarin berkali-kali teriakan khilafah mewarnai orasi di panggung, bahkan bendera HTI bertebaran di mana-mana. Ada juga bendera HTI dipasang di atas Merah Putih, mana wibawa pemerintah,” jelasnya.

Ada juga yang menyorot soal ujian dengan diskripsi khilafah. Ini lebih parah lagi, soal ujian akhir semester juga ditemukan, ternyata ada pertanyaan tentang dukungan terhadap khilafah. Lalu apa yang dilakukan pemerintah? Ataukah pemerintah benar-benar mulai takut dengan kekuatan pengusung khilafah? Ataukah semua itu hanya panggung politik mencari dukungan?

“Di sini pemerintah bohong besar. Untung ada Banser GP Ansor yang dengan gigih menolak faham radikalisme dan khilafah demi utuhnya NKRI. Banser tidak peduli mau dicaci dan dimaki, karena Banser tidak butuh pujian dan tidak punya kepentingan apapun kecuali kecintaannya terhadap Indonesia,” begitu ungkap netizen lain. (net)

Tinggalkan Balasan