
Pemerintah Malaysia Beri Penghargaan WATIKA ke Unesa atas Kiprah di Bidang Pendidikan Inklusif


Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh istri Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Dr. Wan Azizah binti Dr. Wan Ismail, di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 29 Oktober 2026.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kiprah Unesa dalam bidang special education atau pendidikan khusus, sejalan dengan kerja sama yang dijalankan bersama Ashikin Holdings, lembaga yang bergerak di bidang pendidikan khusus di Malaysia. Kolaborasi tersebut mencakup pelatihan bersertifikat di bidang pendidikan khusus bagi mahasiswa dan guru.
Dosen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unesa, Wulan Patria Saroinsong, menjelaskan bahwa WATIKA merupakan penghargaan kehormatan dari Pemerintah Malaysia kepada pihak yang dinilai memiliki prestasi dan kontribusi pada bidang tertentu.
“Unesa mendapatkan penghargaan dalam bidang pendidikan khusus karena sejalan dengan keunggulan Unesa di bidang disabilitas dan inklusi. Unesa juga merupakan mitra Ashikin Holdings yang menangani pendidikan khusus di Malaysia,” jelasnya.
Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa dan guru berkesempatan mengikuti pelatihan bersertifikat untuk memperkuat kompetensi dalam menangani kebutuhan pendidikan anak penyandang disabilitas. Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan khusus.
Head of Staff Mobility Section Unesa Global Engagement (UGE) itu menyebut penghargaan ini sebagai pengakuan internasional atas perjalanan Unesa dalam mengembangkan pendidikan inklusif selama beberapa dekade.
Menurutnya, capaian tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi Unesa dalam memperjuangkan kesejahteraan anak penyandang disabilitas dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan.
Pengakuan internasional juga membuka peluang untuk memperluas kemitraan dan pertukaran pengetahuan dalam pengembangan layanan pendidikan khusus.
“Penghargaan ini menjadi bukti perjalanan Unesa mengawal pendidikan inklusi dan disabilitas selama beberapa dekade yang mendapat pengakuan internasional. Harapannya, penghargaan ini bermanfaat bagi lembaga, khususnya bagi kesejahteraan anak-anak penyandang disabilitas dan kesetaraan pendidikan di Indonesia,” ungkapnya.
Ke depan, Unesa diharapkan terus memperkuat kolaborasi dengan mitra internasional untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan memperluas akses terhadap pendidikan inklusif.
Penerimaan penghargaan ini dihadiri oleh delegasi Unesa yakni Guru Besar bidang Pendidikan Inklusi Unesa, Budiyanto; Staff Ahli Rektor, Madlazim; dan Wulan Patria Saroinsong. lis