
SURABAYA | duta.co — Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas minta Dinas Pendidikan memitigasi fenomena puluhan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri yang putus sekolah di Malang Raya.
“Hal ini cukup mengkhawatirkan, meskipun jumlahnya belum besar, tapi kalau dibiarkan bisa jadi tren. Anak-anak yang sudah diterima di SMK Negeri bisa putus sekolah, ini kan ironi,” kata Puguh, di Surabaya, Kamis (31/07).
Berdasarkan data dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Negeri Kabupaten Malang, setidaknya ada 27 siswa yang putus sekolah dari sembilan SMK Negeri di wilayah tersebut pada tahun ajaran 2024/2025. Jika ditambah dari Kota Malang dan Kota Batu, jumlahnya mencapai 30 siswa.
“Yang menjadi penyebab utama putus sekolah masih berkutat pada dua hal klasik, masalah ekonomi dan minimnya motivasi belajar”, terang Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim.
“Kalau alasannya ekonomi, pemerintah sebenarnya sudah banyak memberikan dukungan. Selain BOS, ada juga BPOPP, program PIP, dan beasiswa-beasiswa lain dari Pemprov. Tinggal bagaimana sekolah mampu mengakses dan mendampingi siswa dengan tepat,” ujarnya.(wwk)






































