MEMORI REFORMASI – Sejarah perubahan Indonesia selalu di tangan yang muda, mahasiswa. Tumbangnya orde baru juga karena mahasiswa. Kali ini mahasiswa kembali ‘marah’ menyaksikan harga-harga barang naik. Mereka menggagas reformasi jilid 2. Tampak gerakan mahasiswa mengepung gedung DPR RI Mei 1998. (FT/suarajakarta.co)
MEMORI REFORMASI – Sejarah perubahan Indonesia selalu di tangan yang muda, mahasiswa. Tumbangnya orde baru juga karena mahasiswa. Kali ini mahasiswa kembali ‘marah’ menyaksikan harga-harga barang naik. Mereka menggagas reformasi jilid 2. Tampak gerakan mahasiswa mengepung gedung DPR RI Mei 1998. (FT/suarajakarta.co)

SURABAYA | duta.co –  Pemerintah dalam hal ini aparat keamanan harus bisa mengantisipasi rencana aksi besar-besaran yang bakal dilakukan mahasiswa. Apalagi kalau aksi ini bersinergi dengan kekuatan buruh.

Belakangan beredar ajakan turun jalan yang mengatasnamakan Pusat BEM Seluruh Indonesia. Demo itu akan dilakukan Kamis (12/1/2017). Seluruh mahasiswa diajak turun jalan membuat parlemen jalanan karena pemerintah dinilai bercanda alias guyonan dalam mengemban amanat rakyat. Ajakan yang menuliskan nama Bagus Tito Wibisono sebagai koordinator itu, setidaknya sudah dibaca seluruh mahasiswa.

“Saya sendiri belum tahu sejauh mana tingkat soliditasnya. Mahasiswa sekarang memang sedang memasang radar (telinga) secermat mungkin. Jangan sampai negeri ini tambah amburadul di tengah menghadapi persaingan global,” demikian disampaikan salah seorang mahasiswa UINSA Surabaya, Selasa (10/01/2017).

Sementara, dari kalangan buruh juga siaga. Bahkan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal juga sudah menyatakan secara terbuka, bahwa buruh Indonesia akan melakukan aksi besar-besaran pada tanggal 6 Februari 2017 untuk melawan kebijakan pemerintah yang menyengsarakan rakyat.

Beberapa kebijakan tersebut, menurut Said Iqbal, adalah terkait dengan maraknya TKA China unskill worker dan kenaikan BBM, tarif listrik, serta biaya STNK dan BPKB.

Menurut Said Iqbal, aksi ini akan dilakukan serentak di 20 provinsi di seluruh Indonesia. Di Jakarta, aksi akan dipusatkan di Istana Negara. Direncanakan, pada awal Februari nanti, puluhan ribu buruh akan turun ke jalan.  Aksi ini sebagai respon atas kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan rakyat.

Mahasiswa rupanya tak kalah semangat. Beberapa elemen Mahasiswa Indonesia sudah mulai buka suara dan ancam akan turun ke Jalan serta menduduki gedung DPR/MPR.

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Sumbagsel dan Sumbagut, misalnya, beberapa waktu lalu mengeluarkan pernyataan sikapnya menolak dan menuntut agar pemeritah membatalkan kenaikan tarif listrik untuk rakyat kecil dengan pelanggan berdaya 900 VA.

Tidak hanya itu, Keluaga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung juga telah mengeluarkan pernyataan sikapnya terkait dengan kebijakan- Kebijakan Jokowi yang mereka nilai sangat rancu dan tidak berpihak pada rakyat.

Seperti disampaikan Bagus, Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia tetap akan melakukan aksi serentak turun kejalan mahasiswa seluruh Indonesia pada Kamis, 12 Januari 2017. Mahasiswa menilai, rezim kali ini seakan main-main dalam  memerintah negara sehingga harga diri bangsa serta kesejahteraan rakyat jauh dari kata bahagia.

Berikut isi himbauan dan pernyataan sikap Koordinator Pusat BEM Seluruh indonesia yang di tandatangani oleh Ketua Umum BEM UNJ  Bagus Tito Wibisono yang sedang viral di medsos:

​SERUAN AKSI BEM SELURUH INDONESIA

Hidup Mahasiswa!

Hidup Rakyat Indonesia! Jika hari ini pemerintah sewenang-wenang dalam menetapkan kebijakan, serta saling lempar-melempar tanggung jawab, maka hanya ada satu kata, LAWAN!

Harga-harga naik di awal tahun 2017, menunjukan prospek dan kualitas kerja pemerintah yang nyata. NYATA MEMERAS RAKYATNYA!

Rezim kali ini seakan main-main, memerintah negara yang kualitasnya bukan main, sehingga harga diri bangsa serta kesejahteraan rakyat jauh dari kata bahagia. Maka, saya menyerukan kepada seluruh mahasiswa Indonesia, turunlah ke jalan!

Ramaikan jalanan dan buatlah parlemen jalanan!

Jika hari ini parlemen sesungguhnya lemah dalam memanggul amanah. Turunlah ke jalan!

Ramaikan jalanan dan tetaplah menjadi singa di jalanan.

Aumkan keresahan rakyat atas kegagalan pemerintahan mengelola negara! Maka tetapkanlah!

12 Januari 2017

Sebagai aksi serentak mahasiswa di seluruh wilayah Indonesia! Maka tetapkanlah!

Aksi 121 adalah aksi bela rakyat! Maka tetapkanlah!

Jika pemerintah masih bercanda mengelola negara

Maka REFORMASI JILID 2 harus menggelora! Bergeraklah!

Turunlah ke jalan!

Jika penjajahan masih ada, bahkan dari saudara sendiri

Maka semboyan kita tetap, MERDEKA ATAU MATI! “Karena memimpin tidak sebercanda itu.”

Hidup Mahasiswa!

Hidup Rakyat Indonesia!

TTD

KOORDINATOR PUSAT BEM SELURUH INDONESIA

Bagus Tito Wibisono

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan