Pengambilan darah bagi para mahasiswa magang di RSI Surabaya Jemursari. DUTA/ist

Tidak semua orang paham akan vaksinasi Covid-19. Jangankan orang awam, mahasiswa pun juga banyak yang tidak memahami pentingnya vaksinasi untuk memutus mata rantai penularan virus asal Wuhan China itu.

Karenanya, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yakni Dr dr Bastiana, SpPKa dan dr Notrisia Rachmayanti, SpPKb mengedukasi serta dilakukan pemeriksaan kadar antibodi Ig G kuantitatif sebelum dan sesudah vaksinasi pada mahasiswa magang di RSI Surabaya Jemursari.

——

Dua dosen yang juga sebagai tenaga medis di RSI Surabaya Jemursari itu merasa prihatin karena banyak mahasiswa magang yang belum memahami betul tentang vaksinasi Covid-19. Sehingga sosialisasi untuk memberikan edukasi dan pemahaman itu dirasa penting untuk dilakukan.

Karenanya pada 27 Maret 2021 lalu, sosialisasi dilakukan melalui pertemuan virtual kepada 35 mahasiswa magang. Seperti diketahui, RSI Surabaya Jemursari menjadi rumah sakit pendidikan dan pusat magang bagi mahasiswa dari berbagai jurusan, bukan hanya jurusan kedokteran dan kesehatan tapi jurusan-jurusan lainnya.

Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Sosialisasi itu dilakukan dengan memberikan paparan tentang Covid-19 dan cara penularannya. Serta pentingnya vaksinasi untuk mencegah penularan karena tubuh sudah terbentuk antibodi terhadap virus itu. Kemudian, juga dilakukan tanya jawab.

“Yang memang banyak mahasiswa yang belum paham betul. Mereka tahu vaksinasi Covid-19 tapi tidak yang betul-betul paham apa manfaatnya dan sebagainya,” ujar dr Bastiana.

Setelah dilakukan sosialisasi, kata dr Bastiana, ada pemahaman tentang vaksinasi Covid-19 itu. Mereka benar-benar memahami pentingnya vaksinasi agar tubuh bisa menolak masuknya virus. Bahkan jika virus itu masuk, tidak membuat tingkat keparahan dalam tubuh.

Setelah paham betul, tim pengabdian masyarakat ini melakukan pemeriksaan kadar antibody Ig G kuantitatif pada mahasiswa tersebut. Pemeriksaan dilakukan sebelum vaksinasi dilakukan dan 28 hari setelah vaksinasi Covid-19 dilakukan.

Sosialisasi pemahaman tentang vaksinasi Covid-19 kepada mahasiswa magang di RSI Surabaya Jemursari yang dilakukan secara online. DUTA/ist

Ini dilakukan untuk membuktikan kepada mahasiswa betapa pentingnya vaksinasi Covid-19 untuk meningkatkan antibodi seseorang untuk menangkal masuknya virus corona.

Pemeriksaan kadar antibodi IgG kuantitatif dilakukan di Laboratorium RSI Jemursari menggunakan metode CLIA (Chemiluminescence Immunoassay). Dari 35 mahasiswa magang yang mengikuti sosialisasi sudah melakukan vaksinasi dan hanya 25 mahasiswa yang bersedia mengikuti tes pemeriksaan antibodi baik sebelum dan sesudah vaksinasi.

Kadar antibodi rerata pre vaksinasi sebesar 35,33 AU/L, sedangkan sesudah vaksinasi (hari ke 28 pasca vaksinasi) sebesar 424,64 AU/L. Berdasarkan uji statistik hasil pemeriksaan antibodi IgG kuantitatif menunjukkan ada perbedaan bermakna kadar antibodi IgG terhadap virus Covid-19 sebelum dan sesudah vaksinasi (p< 0,05).

“Kesimpulan sosialisasi vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pada mahasiswa ini berdampak positif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan antibodi IgG terhadap Covid-19 sesudah vaksinasi. Perlu dilakukan pemeriksaan kadar antibodi IgG serial untuk mengetahui berapa lama antibodi ini dapat bertahan,” terang dr Bastiana. ril/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry