Pembentukan Panitia Pilkades Tarokan Diwarnai Hujan Protes

1739
TAROKAN : Suasana pembentukan Panitia Pilkades di Balai Desa Tarokan (Nanang Priyo/duta.co)

KEDIRI|duta.co, Dalam acara Sosialisasi dan Pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (pilkades) Tarokan bertempat di Balai Desa Tarokan Kabupaten Kediri, Senin (12/08) sempat diwarnai sejumlah protes. Sempat diisukan akan digelar aksi, akhirnya pelaksanaan tahapan awal ini berlangsung aman. Kades Supadi, ditemui usai acara membenarkan, jika dirinya diisukan turut bermain dalam kepanitiaan ini.

Desa Tarokan seolah tidak pernah lepas dari beragam permasalahan, usai kasus yang menimpa Kades Supadi atas pemalsuan identitas untuk menikah. Kali ini, terkait pembentukan panitia Pilkades disinyalir tidak transparan dan ada titipan dari Supadi dipastikan akan kembali maju bursa Pilkades.

“Pembentukan panitia ini, kita serahkan sepenuhnya kepada BPD, saya sebatas mensuport. Menyediakan sarana dan menyebarkan undangan. Memang muncul prasangka dari beberapa orang. Mengira ini permainan kepala desa dan anggapan tersebut tidak benar,” ucap Supadi.

Oknum Perangkat Desa Melakukan Intervensi

TAROKAN : Suasana pembentukan Panitia Pilkades di Balai Desa Tarokan (Nanang Priyo/duta.co)

Dihadiri 83 orang terdiri Ketua RT. Ketua RW, BPD dan tokoh masyarakat. Sempat diwarnai hujan protes dan terlihat sejumlah perangkat desa berusaha melakukan intervensi. Akhirnya pemilihan ketua memutuskan Nanang, seorang staf di Kantor Kecamatan Tarokan. “Nanang itu siapa” bukan warga asli sini, terus dia diundang sebagai apa?,” ujar beberapa undangan yang datang.

Meski beberapa warga dikabarkan menolak kepemimpinannya, namun Supadi akan kembali maju dalam Pilkades Serentak akan digelar 30 Oktober nanti. “Bila masyarakat masih menginginkan saya kembali sebagai pelayan, saya siap untuk maju. Sejauh ini tidak ada persiapan khusus, hanya landai saja karena rakyat sudah tahu siapa saya,” ungkapnya.

Dirinya mengaku akan fokus mewujudkan desa wisata bila nanti kembali terpilih. “Ada embung dan sejumlah goa yang terkenal, ini akan kita kemas untuk menjadi desa wisata,” jelasnya. Terkait kasusnya atas pemalsuan data untuk menikah lagi, Supadi meminta untuk berkonfirmasi kepada kuasa hukumnya atas rencana ingin banding.

Pernikahan Kades Supadi Dengan Biduan Dibatalkan

TAROKAN : Suasana pembentukan Panitia Pilkades di Balai Desa Tarokan (Nanang Priyo/duta.co)

Diberitakan sebelumnya, meski dinyatakan bersalah telah terbukti melakukan pemalsuan data kependudukuan, namun dirinya hanya dijatuhi hukuman 2 bulan penjara dengan masa percobaan 3 bulan. Yang meringankan, pihak pelapor Yatirah, istri sah nya telah mencabut laporan, Kemudian pihak Pengadilan Agama telah membatalkan pernikahannya dengan Dewi, dikabarkan sosok biduan penyanyi dangdut.

Lolosnya Supadi dari jeratan hukum dan tidak ditahan selama proses penyidikan, tentunya menjadikan sejumlah pertanyaan warga desa. “ Wakil Ketua KPK saja melakukan pemalsuaan KTP langsung diproses dan ditahan. Ini Kades Supadi malah tidak ditahan dan sekarang malah bebas. Meski laporannya dicabut istrinya, harusnya penegak hukum juga berlaku sama atas kasus pemalsuaan,” ujar beberapa warga desa ditemui usai acara. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry