Mayapada Healthcare memulai pembangunan Tower 2 Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) melalui seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking). (dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Pemerintah Kota Surabaya mencanangkan program Medical Tourism menjadikan Surabaya sebagai pusat layanan kesehatan utama di Indonesia Timur hingga mancanegara. Dengan demikian tidak perlu lagi ke luar negeri untuk berobat karena layanan dan fasilitas sudah tersedia di Kota Surabaya.

Untuk mendukung produk Medical Tourism Surabaya, setidaknya kini sudah ada 8 rumah sakit di Surabaya telah mengantongi sertifikasi Medical Tourism dari Kementerian Kesehatan. Ekosistem terintegrasi (One Stop Service), layanan digabung dengan sektor pariwisata bekerja sama dengan biro perjalanan, mencakup penjemputan bandara, akomodasi, hingga paket pengobatan. Dan layanan unggulan fokus pada penanganan spesifik seperti kardiologi (jantung), onkologi (kanker), neurologi (otak), kesehatan anak, hingga terapi estetika.

Pemerintah Kota Surabaya mengapresiasi ekspansi Mayapada Hospital Surabaya dengana membangun tower 2 melengkapi dan memperkuat layanan yang sudah ada. Menjawab meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Jawa Timur hingga Indonesia Timur, Mayapada Healthcare memulai pembangunan Tower 2 Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) melalui seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking).

Wali Kota Surabaya, yang diwakili Asisten Administrasi Umum Anna Fajriatin, AP., M.Si., MM menyampaikan bahwa pengembangan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung posisi Surabaya sebagai pusat layanan kesehatan bagi masyarakat Jawa Timur hingga Indonesia Timur.

“Pengembangan Mayapada Hospital Surabaya memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kota Surabaya. Kehadiran layanan medis yang semakin lengkap diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas, sekaligus mendukung Surabaya sebagai kota tujuan rujukan layanan kesehatan bagi masyarakat Jawa Timur hingga Indonesia Timur,” ujar Anna.

MHSB Mulai Bangun Tower 2

Kebutuhan fasilitas kesehatan yang terintegrasi terus meningkat. Seiring target Pemkot Surabaya menjadikan sebagai kota rujukan layanan kesehatan masyarakat Jatim dan Intim juga Medical Tourism, sangat pas dengan ekspansi yang dilakukan  MHSB dengan bangun tower 2.

Ekspansi ini menjadi langkah strategis Mayapada Healthcare untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat fasilitas dan layanan unggulan MHSB, khususnya Oncology Center, Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC), dan Orthopedic Center, dengan dukungan teknologi medis yang semakin canggih dan terintegrasi.

Presiden Komisaris Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir menyampaikan “Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat Jawa Timur hingga Indonesia Timur terhadap layanan kesehatan berkualitas, Mayapada Healthcare terus memperkuat kapasitas dan kapabilitas Mayapada Hospital Surabaya. Fokus kami jelas, clinical outcomes dan patient experience. Setelah menghadirkan berbagai inovasi layanan di sepanjang tahun 2026, kini kami memulai pembangunan Tower 2. Ekspansi ini bukan sekadar penambahan gedung, tetapi investasi untuk meningkatkan kualitas layanan medis dan memperkuat daya saing layanan kesehatan Indonesia,” ujar Jonathan.

Presiden Direktur & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, menjelaskan ekspansi yang Mayapada Healthcare lakukan di Surabaya dilatarbelakangi oleh pertumbuhan pesat Mayapada Hospital Surabaya, khususnya pada berbagai layanan unggulannya.

“Tower 2 akan memiliki 9 lantai dan terintegrasi dengan Tower 1 untuk memperkuat 3 layanan unggulan menjadi semakin komprehensif, yaitu Oncology Center, SITPEC, dan Orthopedic Center. Oncology Center akan dilengkapi dengan layanan kedokteran nuklir dan teranostik, didukung teknologi diagnostik canggih seperti Digital PET-CT Scan dan SPECT Scan, serta fasilitas Ruang Isolasi Radio Aktif (RIRA) untuk mendukung keamanan terapi radioaktif. Selain itu, pengembangan layanan juga mencakup penanganan kasus kanker kompleks melalui transplantasi sumsum tulang (Bone Marrow Transplant/BMT). Sementara itu, SITPEC dan Orthopedic Center akan menjadi ekosistem sports medicine dan ortopedi terintegrasi, dengan fasilitas lengkap untuk mendukung penanganan cedera, tindakan advanced berbantuan robot, rehabilitasi, hingga peningkatan performa fisik bagi atlet, sport enthusiast, dan masyarakat umum,” jelas Navin.

MHSB Tingkatkan Kapabilitas Medis

Sementara Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya, dr. Bona Fernando, BSc, M.D., FISQua, mengungkapkan bahwa meningkatnya kepercayaan masyarakat Jawa Timur dalam mempercayakan kesehatannya kepada MHSB menjadi dorongan dan semangat bagi MHSB untuk terus memperluas kapasitas dan meningkatkan kapabilitas medis dalam menangani berbagai kasus, termasuk kasus kompleks.

“Sejak beroperasi pada 2021, Mayapada Hospital Surabaya telah mencatat lebih dari satu juta kunjungan pasien, di mana kami telah menangani lebih dari 15.000 kasus jantung, 14.000 kasus ortopedi, 3.000 kasus kanker, dan 2.000 kasus saraf dan otak. Kepercayaan terhadap MHSB juga terus tumbuh dari berbagai mitra perusahaan, asuransi, organisasi, hingga klub olahraga, termasuk Persebaya Surabaya yang mempercayakan MHSB untuk mendukung kesehatan dan performa atlet dengan mengembangkan ekosistem sports medicine melalui

layanan SITPEC. Melalui pembangunan Tower 2, kami siap menghadirkan layanan yang semakin komprehensif, personal, dan mudah diakses masyarakat Jawa Timur hingga Indonesia Timur,” jelas dr. Bona.

Berbagai inovasi layanan terus dilakukan Mayapada Hospital Surabaya. Mulai dari Orthopedic Center dengan teknologi VELYS™ Robotic-Assisted Solution untuk operasi penggantian sendi lutut yang didukung protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS®) untuk pemulihan yang lebih cepat. Kolaborasi tim dokter multidisiplin juga menjadi kekuatan MHSB melalui Tumor Board di Oncology Center dan Cardiac Board di Heart & Vascular Center, untuk menentukan penanganan kasus kompleks. MHSB juga mengedepankan pelayanan yang berpusat pada kebutuhan dan kondisi setiap pasien (patient-centered care).

Pendekatan ini diwujudkan melalui Patient Navigator di Oncology Center dan Cardiac Advisor di Heart & Vascular Center, yang mendampingi pasien dan keluarga dalam memperoleh informasi serta mengoordinasikan layanan sepanjang perjalanan perawatan. Pada layanan saraf dan otak, MHSB turut mendapat pengakuan dari World Stroke Organization (WSO) sebagai strokeready hospital, yang menegaskan kesiapan rumah sakit dalam menangani kasus stroke dengan protokol internasional. MHSB juga menghadirkan Automated Vertical Parking, gedung parkir vertikal otomatis pertama di Indonesia Timur, untuk meningkatkan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan pasien selama berobat di MHSB. Imm

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry