SURABAYA | duta.co – Capres nomor urut 01 Jokowi  berkampanye di Surabaya pada Sabtu (23/3/2019).  Jokowi dijadwalkan jalan-jalan dengan diarak becak di Jalan Tunjungan, Surabaya. Yang unik,  di antara rangkaian kegiatan yang digagas oleh Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT) Jatim untuk Jokowi-Ma’ruf Amin itu, ada rencana membangun monumen untuk arek-arek Surabaya yang berjuang pada 10 November 1945 di depan Hotel Majapahit. Sepintas ini bagus, tapi banyak kalangan khawatir monumen itu malah hanya menonjolkan sosok Jokowi hingga menghilangkan heroisme perjuangan 10 November 1945.
“Saya bacanya sih panitia ingin menonjolkan heroismenya dalam memenangkan Jokowi di Pilpres. Saya minta Bu Walikota menolak ide yang sangat dangkal ini. Meski Bu Risma Pro Jokowi saya kira Beliau tahu kalau itu tidak baik bagi Kota Surabaya,” kata Sulaiman, warga Bubutan, Surabaya, Sabtu pagi.
Syahroni, warga Surabaya lain, menambahkan, sebaiknya situ sejarah 10 November 1945 tidak dikotori hal-hal yang berbau politik praktis. Sebab situs sejarah itu milik semua bangsa.
“Nanti jangan-jangan diklaim milik Jokowi hehehe. Milik Projo. Seperti tol diklaim seakan semua dibangun Jokowi. Saya kira itu milik kita semua,” katanya.
Ketua KAPT Jatim, Ermawan Wibisono mengatakan, pihaknya memang bakal membangun monumen untuk arek-arek Surabaya yang berjuang pada 10 November 1945 di depan Hotel Majapahit. Monumen itu sebagai simbol dan pengingat untuk Jokowi dalam berjuang memenangkan Pilpres 2019.
“Jadi ada komunitas yang ada di arek-arek Surabaya memberikan tetenger perjuangan arek-arek Surabaya yang dalam hal ini pada tanggal 10 November 1945 menjadi salah satu perjuangan yang heroik bagi arek-arek Surabaya. Jadi di situ dibuatkan tetenger yang mengilhami peristiwa hotel Mojopahit,” ungkapnya.
Kendati demikian, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya terkait rencana pembangunan monumen itu.
“Yang kita inginkan adalah (monumen) permanen itu akan seizin pemerintah kota, nantinya akan simbolik (dari Jokowi) saja. Tapi kalau perizinan dipermanenkan itu akan tetap diskusikan pemerintah kota,” ujarnya.
Sedang acara utamanya, kata dia,  Jokowi jalan-jalan di Jalan Tunjungan itu bakal diikuti oleh 25 ribu orang dari berbagai komunitas dan relawan Jokowi.
“Jadi kita juga menyediakan gelang peserta sekitar 25 ribu orang,” kata Ermawan.
Ermawan menjelaskan, acara itu digelar  Sabtu sekitar pukul 15.30 WIB hingga pukul 22.00 WIB, dengan diawali pawai arak-arakan Jokowi dengan becak dari Tugu Pahlawan menuju Jalan Tunjungan.
Kemudian setelah itu, Jokowi bakal mengendarai custom bike (motor) buatan putra Surabaya menuju venue. Selain itu, di Jalan Tunjungan bakal diramaikan dengan pasar rakyat.
“Jadi konsepnya nanti Pak Jokowi akan diarak seribu becak dari Tugu Pahlawan menuju Jalan Tunjungan, dari perempatan jalan Tunjungan itu menuju ke venue Pak Jokowi akan mengendarai costume bike,” ujarnya.
“Di sana juga ada pasar rakyat UMKM di Surabaya baik kuliner ataupun handy craft nanti ada bengkel custome men-display karya-karya di sana,” imbuhnya.
Selain itu, Jokowi juga dijadwalkan mengisi seminar bertemakan industri 4.0 dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bakal menjadi keynote speaker.
“Kemudian Bu Khofifah akan memberikan pidato pembukaan dalam acara tersebut,” ungkapnya. (wis/ud)
Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry