PEKERJA : Tampak pekerja Pertamina sedang melakukan pengecekan Kilang (duta.co/syaiful adam)‎

TUBAN | duta.co – Rencana pemerintah membangun kilang minyak di Kabupaten Tuban nantinya akan berdampak pada pengurangan kebutuhan impor minyak Indonesia. Diketahui kilang Tuban akan mempunyai kapasitas produksi hingga 300 Barel Per Hari (BPH).‎

‎‎Unit Manager Comunication dan CSR Pertamina MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, mengatakan kapasitas kilang Tuban menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia, setelah Refinery Unit (RU) IV Cilacap dengan kapasitas produksi 348 ribu BPH.

Bahkan kilang Tuban produksinya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan kilang RU II Dumai Riau yang mampu produksi 170 ribu BPH, RU III Plaju Palembang dengan kapasitas produksi 133,7 ribu BPH, RU V Balikpapan kapasitas produksi 260 ribu BPH, RU VI Balongan Indramayu kilang paling muda yang dimiliki Pertamina itu hanya mempunyai kapasitas produksi 125 ribu BPH, sedangkan RU VII Kasim Sorong hanya berkapasitas produksi 10ribu BPH.

“Saat ini total produksi minyak yang diolah sekitar 1.046.000 BPH, jumlah tersebut masih belum mencukupi kebutuhan bahan bakar minyak dalam negeri yang mencapai 1,3 juta BPH,”

Lebih lanjut Rustam mengatakan jika kilang Tuban berdiri dan beroperasi dengan kapasitas mencapai 300 ribu BPH. Dengan tambahan produksi yang terbilang besar itu, nantinya diyakini akan mengurangi kebutuhan Impor Minyak Nasional. Ditargetkan ditahun 2025 Indonesia tidak lagi impor minyak‎

‎”Saat ini negara masih impor minyak mentah sebanyak 300 ribu BPH, dengan beroperasinya kilang Tuban yang punya kapasitas produksi 300 ribu BPH, maka impor bisa berkurang,” jelas Rustam

Alumni UGM ini menambahkan impor minyak yang dilakukan pemerintah saat ini dikarenakan kebutuhan nasional lebih besar dibandingkan dengan produksi yang dimiliki, lifting minyak nasional hanya mampu memproduksi sebesar 800 ribu barel per hari, dan itupun hanya sekitar 680 ribu barel produk.

Jika rasio kebutuhan dan produksi seperti itu, maka untuk memenuhi kebutuhan konsumsi minyak nasional yang cukup tinggi itu pemerintah harus impor. Diharapkan nantinya dengan adanya kilang minyak Tuban dan pengembangan sumur minyak serta upgrade kapasitas kilang yang ada kebutuhan minyak nasional akan terpenuhi

“Kalau Tuban sudah beroperasi ditambah dengan kilang yang sudah ada saat ini diupgrade kapasitas produksinya, maka dapat dipastikan Indonesia tidak perlu impor minyak lagi,” pungkas Rustam (sad)‎

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry