PELEBARAN JALAN : Jalan Raya Desa Jelgung Kecamatan Robatal, Lokasi Proyek Pelebaran Jalan Provinsi yang sering memakan korban. Tampak tidak memenuhi amdal, antara tanda pemberitahuan proyek atau pembatas Jalan proyek. (duta.co/fathor)

SAMPANG  | duta.co – Program peningkatan struktur dan pelebaran jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Kota Sampang menuju Kecamatan Ketapang akan terus berlanjut. Namun, pihak kontraktor yang tidak Jelas identitasnya tersebut sangat disesalkan oleh warga setempat dan pengendara kendaraan bermotor yang melintas.

Pasalnya, akibat proyek tersebut, tidak sedikit pengendara yang melintas mengalami kecelakaan, akibat terlengser jatuh dari jalan aspal jalan raya yang setiap 1meter kanan kirinya di gali dalam hingga lebih 30 cm.

Di duga rekanan atau kontraktor pelaksana bersama Konsultan pengawas proyek tersebut, sengaja tidak menjalankan aturan Amdal atau Analisis dampak lingkungan dari pengerjaan proyek tersebut. Seperti di Jalan raya Robatal desa Jelgung, selain karena jalan yang naik turun serta banyak tikungan, setiap 1meter kanan dan Kiri jalan raya nampak galian cukup dalam sekitar 30cm, dan berakibat banyak pengendara terpeleset hingga jatuh, hal ini di ungkapkan warga setempat, Ali Wafa saat ditemui di lokasi proyek tersebut.

Meski demikian, UPT PU Bina Marga Provinsi Jatim di Pamekasan telah mengusulkan rencana peningkatan struktur jalan tersebut sepanjang 5 kilometer untuk Anggaran 2020 nanti. Hal ini diungkapkan Kepala Pembantu UPT PU Bina Marga Provinsi Jatim di Sampang, H.Mohammad Haris.

Di konfirmasi terkait dugaan kontraktor yang nakal, Kepala Pembantu UPT PU Bina Marga Provinsi Jatim di Sampang, H. Mohammad Haris mengaku tidak bertanggung jawab penuh, karena semua ada pada tanggung jawab UPT PU Bina Marga Provinsi Jawa timur di Pamekasan. “Sementara pihaknya hanya sebatas menyediakan lokasi, dan menerima hasil pengerjaan,” ujarnya.

Kembali dijelaskan, H. Haris jalan raya Sampang – Ketapang memiliki panjang 40 Kilometer (KM). Setiap tahun program paket peningkatan struktur dan pelebaran jalan tersebut dilaksanakan.  Pengerjaan dimulai dari Jalan raya Robatal dan Kedungdung, karena Jalan Raya Kota Sampang Menuju Kecamatan Ketapang, meliputi Kecamatan Kedundung dan Robatal yang diketahui akses jalannya paling parah rusak.

Pada 2018 proyek peningkatan struktur jalan raya Sampang – Ketapang sepanjang 5 KM. Sementara di 2019 ruas jalan yang perbaiki mencapai 8 KM. “Jadi totalnya sudah 13 kilometer yang sudah dibangun,” terang Haris. Senin (2/12/19).

Sedangkan untuk program kegiatan 2020 mendatang proyek peningkatan struktur dan pelebaran jalan tersebut diusulkan sepanjang 5 kilometer. Lokasi pengerjaan dimulai dari KM 10 tepatnya di jalan raya Komis, Kecamatan Kedungdung hingga ruas jalan Raya Pangelen, Kecamatan Kota.

“Pengajuan program kegiatan tersebut sudah diterima dan mulai dibahas di pusat. Dengan mengunakan anggaran program bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK),” terangnya.

Dikatakan, proyek peningkatan struktur dan pelebaran jalan Sampang – Ketapang akan dilakukan sampai tuntas. Tujuannya, agar struktur jalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Sehingga kondisi jalan yang memenuhi standar tersebut, membuat para pengendara menjadi lebih aman dan nyaman melintasi wilayah Pantura.

Sebelum dibangun lebar jalan tersebut hanya empat meter. Namun setelah ditingkatkan, lebarnya kini menjadi 6 meter, dan ditambah bahu jalan kanan – kiri masing-masing selebar 1 meter.

“Bangunan bahu jalan keras dan tingginya rata dengan existing jalan. Sehingga aman dilewati pengendara,” katanya.

Ditanya berapa total anggaran dalam program tersebut? Haris mengaku tidak tahu. Menurut dia, pengajuan program dilakukan oleh UPT PU Bina Marga Provinsi Jatim di Pamekasan. Sementara pihaknya hanya sebatas menyediakan lokasi, dan menerima hasil pengerjaan.

“Anggaran program itu dikelola UPT PU Bina Marga di Pamekasan. Kalau saya sebutkan takutnya angkanya keliru,” kilahnya.(tur)