KADO HARLAH : Direktur RSI Surabaya Ahmad Yqni dr Samsul Arifin, MARS menerima penghargaan dari Pimpinan Indonesia Achievement Center, Rere Swastika Tanjung di Sirabaya, Jumat (22/3) malam. DUTA/endang

SURABAYA | duta.co  – Pelayanan di Rumah Sakit Islam Surabaya Ahmad Yani tidak perlu diragukan lagi.

Apalagi rumah sakit yang berada di bawah Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsis) ini baru saja mendapatkan Indonesia Best of The Best Award 2019 dari Indonesia Achievement Center (IAC).

Penghargaan katagori The Best Reputable Hospital Islamic in Service Excellence ini diterima Direktur RSI Ahmad Yani, dr Samsul Arifin, Mars di Surabaya, Jumat (22/3) malam.

Pimpinan Indonesia Achievement Center, Rere Swastika Tanjung yang langsung menyerahkan awards tersebut disaksikan Wakil Direktur  Medik drg Laily Rahmawati dan Direktur Keuangan RSI Ahmad Yani, Junaidi.

Dipilihnya RSI Ahmad Yani untuk katagori ini setelah melalui proses penilaian sejak tahun lalu. Dari 50 rumah sakit Islam di Jawa Timur dipilih menjadi 25 dan diseleksi kembali hingga terpilihlah RSI Ahmad Yani.

Direktur RSI Surabaya Ahmad Yani diapit Wakil Direktur  Medik drg Laily Rahmawati dan Direktur Keuangan RSI Ahmad Yani, Junaidi. DUTA/endang

Direktur RSI Surabaya Ahmad Yani, dr Samsul Arifin mengaku senang bisa mendapatkan penghargaan ini. Diakuinya memberikan layanan kesehatan yang prima di zaman sekarang ini tidaklah mudah.

“Di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)  di mana semua masyarakat punya akses ke sarana kesehatan  kita harus tetap memberikan layanan maksimal kepada semua pasien tanpa membeda-bedakan,” ujar Samsul.

Bagi RSI Surabaya Ahmad Yani, pasien adalah aset. Walau 80 persen dari total pasien adalah peserta BPJS Kesehatan, namun tidak ada perbedaan untuk mendapatkan pelayanan terbaik.

Samsul menekankan pada seluruh karyawannya agar menerapkan SPIS atau seandainya pasien itu saya. “Kalau begitu pasti ingin mendapatkan pelayanan terbaik kan. Sehingga semua harus dikembalikan kepada diri sendiri,”  jelasnya.

Rumah sakit yang melayani 800 hingga 900 pasien per hari ini juga berkomitmen untuk bekerja tim dalam mewujudkan pelayanan yang berkualitas.

Wakil Direktur Medik drg Laily Rahmawati mengakui untuk memberikan layanan prima pada pasien harus membenahi sistem di internal. Tanpa pembenahan itu mustahil layanan prima pada padien bisa diterapkan.

“Salah satunya kesejahteraan karyawan kita perhatikan. Tidak ada jarak antara pimpinan dan bawahan. Kita ikhtiar dari dalam dan dari luar. Kalau dari dalam bagus maka luarnya juga bagus,” jelasnya.

Selain itu RSI terus menekankan pada karyawan tentang layanan Islami yang menjadi ciri khasnya. Pelayanan Islami itu tercermin di dalam pikiran, hati dan spirit.

“Kalau semua menerapkan itu, Insha Alloh layanan terbaik bisa kita berikan. Layanan Islami yang terbaik akan selalu kita berikan,” tukas Laily. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.