Tim Dosen Ilmu Komunikasi menggelar pelatihan bertajuk “Produksi Konten Digital dalam Meningkatkan Informasi Desa Wisata Menuju Desa Digital” di Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, pada Sabtu, 26 April 2025. (dok/duta.co)

SIDOARJO | duta.co – Sebagai bagian dari upaya mendukung transformasi digital di wilayah pedesaan, Tim Dosen Ilmu Komunikasi menggelar pelatihan bertajuk “Produksi Konten Digital dalam Meningkatkan Informasi Desa Wisata Menuju Desa Digital” di Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, pada Sabtu, 26 April 2025.

Kegiatan ini bagian program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digagas oleh tim dosen dari Program Studi Ilmu Komunikasi. Tim yang beranggotakan Ade Firmannandya, S.I.Kom., M.I.Kom., Gilang Gusti Aji, S.IP, M.Si, Dr. Eko Pamuji, M.I.Kom., Herma Retno Prabayanti, S.E., M.Med.Kom., Jauhar Wahyuni, M.I.Kom., Putri Aisyiyah Rachma Dewi, S.Sos., M.Med.Kom., dan Dr. Anam Miftakhul Huda, S.Kom., M.I.Kom.

Kegiatan ini mengajak warga dan pemangku kepentingan Desa Tambak Cemandi untuk mengembangkan keterampilan mereka dalam membuat konten digital dengan memanfaatkan ide dan cerita sederhana di sekitar desa mereka. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberdayakan masyarakat desa, khususnya dalam hal pemanfaatan media digital guna mempromosikan potensi lokal dan memperkuat branding desa wisata.

khoirudin selaku Kepala Desa menyampaikan rasa terima kasih atas pelaksanaan pelatihan yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan desa saat ini. Desa Tambak Cemandi memiliki potensi wisata bahari dan produk lokal yang melimpah, namun belum terkelola optimal dari segi promosi dan penyampaian informasi, ujar Khoirudin. Melalui pelatihan ini, masyarakat desa didorong untuk lebih melek teknologi serta aktif memproduksi konten digital secara kreatif dan strategis.

Gilang GustiAji, S.IP., M.Si. memaparkan pentingnya kekuatan narasi dalam promosi desa. Gilang menguraikan bahwa cerita yang baik mampu membangun rasa penasaran dan kedekatan emosional.

 “Cerita sederhana seperti kisah orang-orang di balik masjid desa, atau keunikan keseharian warga, bisa jauh lebih menarik daripada sekadar data. Kunci utamanya adalah menyusun cerita yang memiliki nilai berita dan menyentuh sisi kemanusiaan audiens,” ucap Gilang.

Ia juga menekankan strategi memanfaatkan nilai berita seperti keunikan, kedekatan, dan dampak sosial sebagai fondasi dalam membuat konten promosi yang kuat dan berkesan.

Sesi selanjutnya diisi oleh Ade Firmannandya, S.I.Kom., M.I.Kom., sebagai narasumber kedua, yang menyampaikan materi tentang strategi produksi konten digital yang efektif. Ade menjelaskan bahwa dalam membuat konten, penting untuk memadukan antara informasi-informasi yang disukai dan dibutuhkan oleh audiens, serta strategi penyampaian pesan yang menarik dan mudah dipahami.

“Salah satu tantangan yang paling sering dihadapi saat membuat konten adalah pertanyaan klasik: ‘Ngonten apa ya?’ Karena itu, proses merancang konten harus diawali dari riset sederhana tentang tren, kebutuhan target audiens, dan juga benchmarking terhadap kreator sejenis,” ucap Ade.

Materi pelatihan mencakup berbagai aspek, mulai dari pemilihan jenis konten (teks, gambar, video, audio, animasi), teknik pengambilan gambar dan video yang baik, strategi penulisan caption yang menarik, hingga pemanfaatan hashtag untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Peserta juga dikenalkan dengan berbagai platform media sosial populer seperti Instagram, Facebook, dan TikTok yang bisa digunakan sebagai media promosi desa secara gratis namun berdampak luas.

Tidak hanya teori, kegiatan ini juga menanamkan kesadaran bahwa membangun citra dan branding desa memerlukan konsistensi serta kolaborasi antarwarga. Media sosial bukan hanya tempat hiburan, tapi juga media untuk membentuk persepsi publik terhadap suatu wilayah.

“Kalau kita tidak menceritakan desa kita, orang lain tidak akan tahu. Konten yang berkualitas bisa jadi jembatan agar desa kita dikenal luas, bahkan sampai mancanegara,” lanjut Ade.

Pelatihan ini menjadi langkah awal menuju desa digital yang mandiri dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Dengan sumber daya manusia yang terus diberdayakan, Desa Tambak Cemandi diharapkan dapat menjadi contoh sukses implementasi branding desa berbasis konten digital. Ekp/imm

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry