Ketua Pelaksana PKM, Dr. Joko, M.Pd., M.T

SURABAYA | duta.co – Pascasarjana Unesa bekerja sama dengan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) telah selesai menghelat kegiatan ‘Pelatihan Implementasi Mobile Learning bagi Guru SMK untuk Membelajarkan Peserta Didik SMK dan Upaya Mencegah Penyebaran dan Dampak Covid-19’ secara online dan offline.  Kegiatan ini bertujuan untuk membuat dan menyusun bahan ajar mobile learning, mengorganisasikan serta mengimplementasikan pembelajaran mobile learning. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pelaksana PKM yang diketuai oleh Dr. Joko, M.Pd., M.T selama 7 hari mulai dari tanggal 19 Oktober 2020 dan berakhir pada 26 Oktober 2020. Tim pelaksana bekerja sama dengan SMKN 7 Surabaya sebagai mitra kerjasama yang berperan menyediakan guru, tempat, dan fasilitas serta evaluasi pelaksanaan implementasi pembelajaran mobile learning menggunakan bahan ajar hasil pelatihan mobile learning.

Kegiatan ini diawali oleh sambutan Ketua Pelaksana PKM, Dr. Joko, M.Pd., M.T dan dilanjutkan oleh sambutan Kepala Sekolah Bambang Poerwowidiantoro, S.Pd.,MM. Setelah itu dilanjutkan dengan menyusun dan mengorganisasikan bahan ajar untuk M-Learning yang dibimbing oleh Dr. Euis Ismayanti, M.Pd dan Dr. Nurmi Frida D. BP., M.Pd. Kegiatan dilanjutkan dengan workshop M-Learning oleh Dr. I Gusti Putu Asto B.,S.T., M.T dan Dr. Theodorus Wiyanto W., M.Pd. Pendampingan online dilakukan selama 6 hari berturut-turut dan seharinya selama 3 jam melalui WA Group. Acara ini berlanjut dengan kegiatan pendampingan dan monev implementasi M-Learning yang berlangsung selama 1 minggu pasca pelatihan online dengan pimpinan dan guru di SMKN 7 Surabaya.

Menurut Joko, pembelajaran mobile learning atau m-learning adalah model pembelajaran yang fleksibel, inovatif, dan kreatif dimana peserta didik dapat belajar dari jarak jauh, dimanapun, dan kapanpun menggunakan perangkat handphone dan atau laptop yang dimiliki, sehingga dapat mencegah penyebaran dan dampak Covid-19. “Mobile learning adalah salah satu model pembelajaran berbasis perangkat (device) yang mobile, sehingga pembelajaran dapat dilakukan di mana dan kapan saja secara mandiri. M-learning merupakan pembelajaran elektronik (e-learning) dan pembelajaran jarak jauh (distance learning).” Jelas Joko.

Menurut Ketua Pelaksana, M-learning ini memiliki keunggulan diantaranya adalah dapat digunakan dimanapun dan pada waktu kapanpun, ukuran perangkat yang digunakan kecil dan ringan daripada PC desktop dan mendukung pembelajaran jarak jauh. Selain itu, pembelajaran ini berpusat pada siswa sehingga dapat meningkatkan interaksi antara siswa dan pengajar. M-learning ini dapat mengikutsertakan lebih banyak pembelajar karena M-learning memanfaatkan teknologi yang biasa digunakan dalam sehari-hari.

Joko menambahkan bahwa pembuatan M-learning menggunakan aplikasi iSpring 9 Suite atau iSpring 10. Bahan ajar yang digunakan sebagai materi pembelajaran akan diformat atau dijadikan bahan ajar menjadi file materi pembelajaran interaktif, file media ppt interaktif, file multimedia interaktif, kuis, dan file e-book. Setelah selesai menformat, file dapat dikiirm ke siswa atau ditautkan pada Learning Management System yang dimiliki sekolah.

“Dengan adanya pelatihan M-Learning ini, kemampuan guru dalam membuat perangkat pembelajaran dan membelajarkan kepada siswa tentang M-Learning dapat meningkat.” ujar Joko. Joko menambahkan bahwa respon, minat, serta motivasi peserta positif dan sangat antusias selama mengikuti kegiatan pelatihan implementasi M-Learning. Tugas-tugas membuat bahan ajar atau pembelajaran M-Learning rerata 75% diatas target yang ditetapkan yakni sebesar 70%. “Peserta merasakan manfaat dari kegiatan pelatihan ini dan jika ada kegiatan seperti ini lagi, SMKN 7 Surabaya siap bekerjasama lagi. Sejauh ini respon dari guru-guru positif.” papar Kepala Sekolah SMKN 7 Surabaya.

“Harapannya, hasil pelatihan ini dapat memotivasi dan mendorong guru membuat dan menghasilkan bahan ajar M-learning. Selain itu guru beserta pimpinan sekolah terus menumbuhkembangkan dan mengimplementasikan M-Learning di sekolah. Di masa depan, kami berupaya dapat melakukan pelatihan dan workshop kepada satuan pendidikan, terutama berkaitan dengan model pembelajaran yang dapat menjawab kondisi saat ini dan kebutuhan ke depan”, harap Joko. (rls/nul)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry