Aries Agung Paewai dalam pembukaan program pelatihan Jatim Digital Learning 2025 di Gedung Sabha Nugraha Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kamis (24/7).  (dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Dalam upaya mempercepat peningkatan literasi digital dan penguasaan teknologi di kalangan pendidik, PT Telkom Indonesia bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur secara resmi meluncurkan program pelatihan Jatim Digital Learning :Peningkatan Kompetensi KKA (Koding & Kecerdasan Artifisial) Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi. Kegiatan ini merupakan adopsi dari program nasional Indonesia Digital Learning yang digagas Telkom Indonesia untuk memperkuat kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pendidikan berbasis digital.

Jatim Digital Learning ini juga merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom di sektor pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia. Fokus utama program ini adalah peningkatan kompetensi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) bagi para guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di seluruh Jawa Timur dan meningkatkan kualitas pendidikan guru melalui pemanfaatan teknologi digital.

Pelatihan berlangsung di Surabaya pada 21–25 Juli 2025 dan diikuti 300 guru TIK jenjang SMA/SMK dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Para peserta dibekali keterampilan praktis dalam pemrograman (koding), pemanfaatan AI untuk pembelajaran, serta strategi mengintegrasikan teknologi dalam kurikulum sekolah.

“Penguatan kompetensi guru di bidang digital, khususnya Koding dan Artificial Intelligence, adalah investasi penting dalam membekali generasi muda dengan kecakapan masa depan,” ujar Aries Agung Paewai dalam pembukaan program pelatihan Jatim Digital Learning 2025 di Gedung Sabha Nugraha Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kamis (24/7).

Ia juga sangat mengapresiasi inisiatif Telkom yang berkolaborasi dalam mendorong percepatan transformasi pendidikan berbasis teknologi di Jawa Timur.

Sementara itu, GM Telkom Suramadu Hendro Setyo Budi yang turut hadir dalam seremonial pembukaan kali ini menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata dukungan Telkom dalam mengembangkan ekosistem pendidikan digital yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami ingin menghadirkan solusi pelatihan yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga aplikatif untuk proses belajar mengajar di kelas,” ujar Hendro.

Selain meningkatkan kompetensi individu guru, pelatihan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Goal 4: Quality Education yang menekankan pentingnya pendidikan bermutu dan relevan dengan perkembangan teknologi, serta Goal 9: Industry, Innovation, and Infrastructure yang mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi untuk pembangunan berkelanjutan.

Salah satu peserta, Sri Wahyuni, Guru TIK SMK Negeri 5 Malang, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti pelatihan ini.

“Pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa AI bukan hanya materi ajar, tetapi juga alat bantu untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Saya jadi lebih percaya diri untuk mengenalkan konsep AI kepada siswa sekaligus menggunakannya untuk merancang pembelajaran yang lebih interaktif dan adaptif,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, guru-guru TIK diharapkan dapat memperoleh sertifikasi kompetensi, memperbarui keterampilan digital mereka, dan menjadi motor penggerak transformasi pendidikan di sekolah masing-masing. Dengan demikian, mereka tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga menyiapkan generasi muda Jawa Timur agar lebih siap menghadapi masa depan berbasis digital. Imm

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry