Anggara Suryanagara (duta.co/dok)
Anggara Suryanagara (duta.co/dok)

SURABAYA | duta.co – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak hingga saat ini masih belum menerima kembali berkas kasus pencabulan yang menjerat FP (17), warga Jalan Kalianak Baru dari penyidik Kepolisian.

FP merupakan tersangka kasus pencabulan terhadap DH (17) yang dilakukan bersama tiga orang temannya secara bergantian di semak-semak dekat pergudangan Jalan Kalianak 55.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Tanjung Perak, Anggara Suryanagara membenarkan jika hingga saat ini Kejaksaan masih belum menerima kembali berkas kasus pencabulan. Dengan ini membuat kasus pencabulan ini belum dapat disidangkan.

“Kami belum menerima pelimpahan berkas lagi dari Polres Tanjung Perak untuk kasus pencabulan itu,” ucap Anggara, Minggu (8/1).

Dari informasi yang didapat, pelaku saat ini sudah ditangguhkan penahanannya, ini mengingat usia pelaku yang masih dibawah 18 tahun. Saat disinggung apa kasus ini masih diteruskan karena hingga sekarang penyidik kepolisian tidak melimpahkan berkas kasus cabul itu ke kejaksaan, Anggara membantahnya.

“Kasus tetap lanjut, mungkin polisi masih memenuhi kekurangan yang kami minta,” ujar ayah dua anak ini.

Kasus ini terjadi pada Senin (24/10) dimana itu tersangka FP mengajak keluar dan menjemput korban didepan Gapura gang masuk rumah korban dengan menggunakan sepeda motor. Di jalan Rembang tersangka bertemu dengan ketiga temannya dan mengajak pergi bersama.

Sesampainya di jalan Kalianak 55, tersangka FD dan tiga orang temannya lalu berbisik kepada FD untuk berniat buruk kepada korban. Kemudian, tersangka menghampiri korban dan mengajak ke semak-semak di sebelah gudang jalan Kalianak 55.

Disemak semak itu Korban dicium dan dipegang payudaranya oleh tersangka FD. Disitulah, pencabulan yang dilakukan Tersangka FD bersama ketiga temannya terjadi.

Usai diperkosa, korban lantas bercerita kepada orang tuanya, bahwa dirinya telah diperkosa oleh empat orang. Orang tua korban lantas segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak. eno

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.