JOMBANG – Setelah sempat menjadi buronan selama dua hari, akhirnya, tiga pelaku pembacokan terhadap Kanit Sabhara Polsek Mojoagung, Iptu Suwono, pada malam tahun baru lalu, berhasil diringkus. Tertangkapnya tersangka tersebut, setelah pihak Polres Jombang, melibatkan Densus 88.

Keterlibatan Densus 88 dalam pengungkapan kasus ini, karena sebelumnya diduga pembacokan terhadap  korban anggota Polri tersebut merupakan teror yang dilakukan kelompok teroris. Apalagi, peritiwa tersebut terjadi saat Iptu Suwono  yang menjabat sebagai Kanit Sabhara Polsek Mojoagung  tersebut, ketika pulang dari dinas pengamanan tahun baru.

Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto mengatakan, dengan tertangkapanya tiga pelaku pembacok anggotanya  pada  Senin (02/01) lalu, sekaligus menjadi jawaban bahwa pembacokan terhadap anggota tersebut bukan bentuk teror. amun murni tindak kriminal biasa.

Tiga pelaku pembacok poloisi itu diantaranya adalah,Muhamad Ali Mansur (20), Anwar Sayifudin (23), serta Feri (20). Ketiga pelaku merupakan warga Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Jombang. Dari penangakapan ketiga pelaku tersebut, polisi berhasil menyita sebilah pedang dan satu unit sepeda motor Vixion nopol S 3573 ZK.

AKBP Agung Marlianto, menjelaskan, usai kasus pembacokan dengan korban Iptu Suwono, pihaknya langsung membentuk tim khusus untuk memburu pelaku. Pada saat bersamaan, Polsek Ngoro, Jombang, juga mengungkap kasus percobaan pembunuhan. “Tiga pelaku tersebut juga  melakukan percobaan pembunuhan pada 2 Desember 2016. Korbannya adalah Lukman, warga Ngoro,” kata Agung.

Dalam pemeriksaan akhirnya mengembang. Tiga pelaku mengakui bahwa pada 17 Desember 2016 juga melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Kecamatan Bareng, Jombang. Yakni Yamaha Vixion nopol S 3573 ZK.

Terakhir, mereka mengaku pada Minggu (1/1) dini hari di Jalan Raya Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, membacok seorang pengendara motor. Nah, dari situlah misteri pembacokan terhadap Iptu Suwono, terkuak. Namun demikian, pelaku tidak mengetahui bahwa korban pembacokan itu adalah anggota Polri. “Mereka mengaku meluapkan emosi. Karena sebelumnya sempat bentrok dengan komunitas motor di kawasan Ringin Contong. Para pelaku juga dalam pengaruh miras (minuman keras),” lanjut Agung. (rul)

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan